January 2009


A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

mh_home_page_1

Lagu untuk Gaza, “We will not go down”, yang dilantunkan Michael Heart di alun alun Trafalgar Square London, membuat Dian Neilson, ibu tiga anak di bawah 10 tahun, tak kuasa menahan tetesan air matanya.

Dian Neilson mengaku meninggalkan tiga putranya bersama sang suami di rumah mereka di daerah Enfield, pinggiran kota London, untuk ikut berdemo pada Sabtu siang, menentang serangan Israel atas Palestina di Gaza.

Kebrutalan Israel itu telah berlangsung sejak tiga pekan lalu, dan menewaskan lebih dari seribu warga sipil Palestina, terutama anak-anak dan kaum perempuan.

Demo yang digelar Palestine Solidarty Campaign bersama organisasi masyarakat di Kerajaan Inggeris lainnya seperti Muslim Council of Britain, Stop the War Coalition, Islamic Forum of Europe, British Muslim Initiative, Palestinian Forum in Britain itu, diisi dengan orasi oleh politisi, pimpinan masyarakat dan artis.

Selain itu, juga bergabung Islamic Human Right Commission, United Kingdom (UK) Islamic Mission, Palestinian Return Center, Friends of Al-Aqsa, Young Muslim Organisation UK, Council of Mosque, Respect dan Da`watul Islam UK dan Muslim Association of Britain.

Tidak ketinggalan pelajar yang tergabung dalam Federation of Student Islamic Association serta Sri Lanka Islamic Forum UK, World Ahlul- Bayt Islamic UK, British Muslim Forum, Al Khoel Foundation, BRIC UP, Council of European Jama`at, Islamic Society of Britain, Muslim Directory, dan Haldan Society.

Dan bahkan, orang Yahudi yang ada di London yang tergabung dalam “Jews for Justice for Palestine” juga ikut bergabung bersama masyarakat Indonesia yang tergabung dalam Keluarga Islam Indonesia di Britania Raya dan Sekitarnya.

Pendemo membawa spanduk (banner) yang disediakan oleh panitia, yang antara lain bertuliskan “Free Palestine”, “Stop Holocoust in Gaza”, “Gaza stop the Massacre,” dan bahkan ada yang membuat sendiri banner yang intinya menentang serangan Israel di Gaza.

Sejak pagi, pendemo memenuhi alun alun kota London di Trafalgar Square yang tidak jauh dari Istana Buckingham dan di depan The British National Gallery, dengan membawa berbagai atribut termasuk bendera Palestina warna merah, putih, hitam dan hijau.

Seorang ibu berusia 74 tahun yang datang dari Surrey, bersama sang suami pegawai di Amnesty Interntional, ikut berdemo dengan membawa banner dari rumah.

Di alun alun Trafalgar Square yang terdapat patung pahlawan Inggeris Neilson itu dipasang layar lebar yang menampilkan cuplikan berita dan juga pesan pesan dari anak anak yang menderita serta wanita yang berada di Gaza.

Usai medengarkan orasi dan sambutan serta pembacaan sajak dan lagu oleh artis dari Palestina, pendemo dengan tertib meninggalkan alun alun. Padahal, mereka sebelumnya berencana mendatangi kantor Perdana Menteri Inggeris di 10 Downing St, untuk menyerahkan surat.

Polisi pun berjaga jaga di sekitar alun alun dengan pasukan kuda, mengantisipasi terjadinya huru-hara, namun para pendemo dengan tertib pulang ke rumah dengan kereta api bawah tanah dan bus-bus.

Counsellor Pensosbud KBRI London, Herry Sudradjat, sebelumnya menyampaikan imbauan kepada masyarakat Indonesia yang ikut demo untuk tetap berhati-hati dan mematuhi hukum yang berlaku, serta menghindari hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan.

Wakil Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia UK, Nizma Agustjik, menyesalkan apa yang terjadi di Gaza dan mengutuk kebiadaban yang dilakukan Israel di Jalur Gaza selama ini.

Sementara itu, Farida, mantan atlet senam Indonesia yang kini menetap di London mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa tidur setelah menyaksikan tayangan dari BBC yang memperlihatkan semua gedung, flat yang dibom Israel.

“Anak-anak lari sembari menangis. Sedih rasanya. Bayangkan kalau itu anak kita,” ujar Farida, seraya menambahkan bahwa dari tayangan televisi bisa dilihat dengan jelas Israel menembakkan bom atau roket ke daratan Gaza.

Lord Kaufman di Parlemen Inggris, mengaku, ibunya pun pernah disiksa oleh Israel dan mati di “holocoust camp”, namun dia tidak menyebutkan waktu persisnya.

Lagu “We will not go down” yang isinya sangat menyentuh seperti “In the night, without a fight, You can burn up our mosques and our homes and our schools, But our spirit will never die, We will not go down In Gaza tonight, terdengar sayup-sayup saat pendemo meninggalkan alun alun Trafalgar Square.

Michael Heart, penyanyi kelahiran Syria yang menetap di Los Angeles, Amerika, mengatakan dirinya merasa senang dan bahagia dengan album yang ditujukannya untuk anak anak Palestina tersebut.

Pria yang dibesarkan di Eropa khususnya di Swiss dan Austria itu merasa marah dan terharu melihat korban di sekolah PBB yang memberikan inspirasi baginya untuk mengarang lagu yang khusus ditujukan bagi korban Gaza.

Michael yang hidup dalam berbagai budaya itu mengratiskan lagunya untuk di-`download`. Hanya saja ia menyarankan kepada fansnya untuk memberi sumbangan ke Unicef atau ke organisasi yang berdidekasi untuk mengurangi penderitaan rakyat Palestina.

Michael yang belajar piano dan gitar di usia 10 tahun, dan mulai menulis lagu dan sempat melakukan rekaman setelah menyelesaikan pendidikan dari Full Sail (sekolah rekaman), akhirnya hijrah ke Los Angeles di tahun 1990.

Selama 18 tahun, Michael bekerja di studio lokal. Selain bermain gitar, dia pun bekerja sebagai `recording engineer` untuk artis terkenal seperti Brandy, Will Smith, Toto, Natalie Cole, The Temptations, Phil Collins, Patty LaBelle, dan The Pointer Sisters.

Michael yang juga dikenal dengan nama “Annas Allaf”, antara lain pernah membantu rekaman kelompok Earth Wind & Fire, Ricky Lee Jones, Lou Rawls, Jesse McCartney, Hillary Duff, Jessica Simpson, Jennifer Paige, Al Jarreau, K-Ci & Jojo, Deborah Cox, Monica, Taylor Dayne, Keiko Matsui, Steve Nieves, dan Luis Miguel and Tarkan.

Selain bekerja di studi rekaman, Mihael pun pernah melakukan tur di awal tahun 90, sebagai pemain gitas Flamenco bersama Juan Manuel Canizares, pada pembukaan konser Dire Straits.

Pada awal Januari 2009, Michael menulis dan sekaligus menyanyikan lagu yang menceritakan kepiluan masyarakat Palestina di Gaza akibat kebiadaban Israel, “We will not go down”. Dan lagu itu pulalah yang membuat banyak pendengarnya meneteskan air mata.

Kehidupan sejarah manusia mirip permainan sepak bola. Dalam sepak bola selalu ada pemain, komentator dan penonton. Begitupun dalam sejarah manusia, selalu ada pelaku sejarah, ahli sejarah dan penyimak sejarah. Pelaku sejarah dapat diibaratkan para pemain sepak bola. Merekalah yang berjibaku di lapangan menciptakan gol atau kebobolan gol. Dikagumi dan tak jarang dicaci-maki. Merekalah yang menciptakan persitiwanya.

Lalu para komentator memberikan penilaian tentang peristiwa tersebut. Seperti ahli sejarah, para komentator itu biasanya merasa paling benar dalam memandang setiap peristiwa yang telah terjadi di lapangan. Dan seringkali mereka tak perlu merasa berdosa, jika ternyata komentar-komentar mereka jauh dari kebenaran. Apalagi jika tim yang dihujat oleh sang komentator ternyata berdiri sebagai pemenang di akhir pertandingan. Dan yang pasti, mereka tak pernah berkontribusi apa-apa dalam menciptkan persitiwanya.

Kemudian sekelompok besar manusia yang lain menjadi penonton. Mereka hanya bisa menjadi penikmat kreasi peristiwa yang diciptakan oleh para pemain. Mereka menciptakan euphoria, mengagumi dan juga menghujat. Tetapi suara-suara mereka tak pernah jelas dan selalu samar. Dan dalam kesamaran itulah mereka biasanya lebih jujur memaknai peristiwanya. Kehebatan pemain diapresiasi dengan pujian, dan blunder pemain dikritisi dengan sepantasnya. Tapi justeru apresiasi mereka inilah yang membesarkan atau mengecilkan sebuah tim sepak bola, dan bukan pendapat para komentator tadi. Merekalah para penyimak sejarah.

Namun selalu ada sekelompok penonton yang begitu fanatik dengan timnya. Kalah atau menang, fair atau melanggar, dukungan atas tim kebanggaannya akan terus mengalir sampai akhir hayat. Mereka inilah yang disebut supporter. Salah satu tugas mereka adalah melakukan “teror” kepada tim lawan selama pertandingan. Mereka melakukan psywar, menghujat, mencaci, bahkan sampai tindakan kriminal seperti melempar dan memukuli tim lawan.
1_945063398l
Jika Pemilu 2009 diibaratkan kompetisi sepak bola, maka PKS adalah salah satu kontestannya. PKS adalah sebuah tim yang akan menciptakan peristiwanya. PKS adalah salah satu club (partai) dari ummat Islam yang akan memperebutkan gelar The Champion atas club-club yang lain dengan berbagai latar belakang ideologisnya. Selain membawa nama club (partai), PKS juga membawa nama besar dan kehormatan ummat dalam kontestansi raksasa ini. Dan karena itu tidaklah berlebihan jika PKS mentargetkan suara 20% pemilih pada Pemilu 2009 sebagai upaya menegakkan kehormatan partai-partai Islam di Indonesia.

Dan saat ini, peluit tanda dimulainya kompetisi sudah ditiup. Semua tim telah bersiap siaga dan mulai melakukan manuver-manuver canggih untuk mengalahkan lawan-lawanya. Berbagai peristiwa terjadi. Ada perebutan posisi Kapten seperti di PKB. Ada sekelompok pemain yang ngambek dan keluar dari club untuk membuat club baru seperti di PDIP. Ada juga tim yang sebagian strikernya diganjar kartu merah (karena korupsi) dan dimasukkan ke dalam buih seperti di Golkar dan PPP. Namun ada juga tim yang sangat solid seperti PKS.

Mencermati serangan-serangan Fajlurrahman Jurdi kepada PKS belakangan ini pada awalnya membuat penulis menduga jika dia hanyalah seorang komentator oportunis yang pandai berteori tapi tak pernah punya pengalaman hidup tentang apa yang dikomentarinya. Hanya seorang anak muda yang sedang ingin populer dan cari nama dengan cara-cara nista. Tapi dari tulisan keduanya di Tribun Opini ketika dia mengungkit kembali peristiwa Pilgub Sulsel yang lalu, penulis semakin yakin jika dia adalah seorang supporter fanatik dari club (partai) lain yang sedang melakukan “teror” kepada PKS. Mungkin juga sedang cari uang disana.

Tapi terlepas dari itu semua, PKS sebagai partai islam professional tentu saja perlu untuk menjelaskan kepada bangsa Indonesia tentang positioning-nya dalam sejarah bangsa ini. Agar orang-orang yang memiliki hati-hati busuk, lidah keji dan mulut-mulut yang kotor seperti Fajlurrahman Jurdi itu bungkam dan kecewa karena makar mereka terhadap PKS dengan pertolongan Allah akan selalu gagal. Dan kepada mereka itu bangsa ini perlu menyampaikan duka, sebab mereka hanya bisa bicara (membual) sementara PKS telah lama bekerja untuk bangsa.

Pada Pemilu 2004 yang lalu supporter anti PKS (seperti Fajlurrahman) juga tersebar dimana-mana. Bahkan seorang pimpinan lembaga survey terkenal dengan berani bersumpah bahwa PKS tidak akan mendapat apa-apa. Tapi PKS menjawabnya dengan kinerja, sebuah torehan sejarah. Dan setelah itu PKS menjadi fenomena. Ratusan akademisi dari dalam dan luar negeri meneliti PKS sebagai il phenomenon dalam sejarah perpolitikan Indonesia. PKS dibahas dalam seminar-seminar. PKS diangkat dalam buku-buku. PKS menjadi judul skripsi dan desertasi. Bahkan PKS merajai berita-berita politik di dunia maya (internet). PKS telah menciptkan sejarah baru di Indonesia.

Dan untuk Pemilu 2009, badai teror dari para supporter anti PKS tersebut tidak akan pernah reda, tapi semakin deras. Bahkan mereka didukung oleh kalangan akademisi opurtunis dan official media yang kuat sebagai corongnya. Tetapi PKS sekali lagi harus melewati badai teror ini dengan gagah. Sebab PKS hadir untuk mengukir sejarah. Sejarah tentang bagaimana sebuah partai Islam modern dapat tampil memimpin bangsa besar seperti Indonesia.

Sementara untuk tulisan kedua Fajlurrahman Jurdi di Tribun Opini tangal 7 Januari 2009, penulis hanya bisa tertawa sekaligus kasihan membacanya. Tertawa sebab tulisan itu semakin menunjukkan kerancuan berpikir sang Direktur. Berlagak seperti aktivis Islam lalu menjustifikasi teorinya dengan literatur barat. Parahnya lagi, sang Direktur seolah-olah tak pernah membaca sirah. Pelajaran yang di dalamnya sang Direktur dapat membaca dasar-dasar politik Islam dan musyarakah siyasiah yang dipertanyakannya. Penulis juga kasihan sebab sang Direktur terus menerus tenggelam memikirkan “iklan” PKS yang telah habis masa tayangnya. Tema basi yang terus menerus mengganggu tidurnya. Wacana yang bagi PKS telah selesai pembahasannya.

Akhirnya dalam hidup ini setiap kita harus memilih, apakah menjadi pelaku sejarah, ahli sejarah atau penyimak sejarah. Apakah menjadi pemain, komentator atau penonton saja. PKS telah menciptkan peristiwa, lalu menjadi rangkaian cerita, dan kelak akan membentuk sejarah Indonesia. Sehingga bangsa ini kelak akan mencantumkan nama PKS sebagai bagian tak terpisahkan dalam sejarahnya. Sebab sejarah hanya merekam kisah mereka yang menghabiskan hidupnya untuk bekerja, bukan tukang cerita. Wallahu ‘Alam.

Manusia adalah makhluk yang memiliki dua dimensi, jasmani yang bersifat materi dan rohani yang bersifat immaterial. Jasmani memiliki kebutuhan makanan atau minuman guna tetap hidup dan berkembang. Begitu juga rohani agar tetap sehat harus terhindar dari berbagai penyakit. Layaknya jasmani, rohani yang sakit pun butuh seorang dokter rohani. Nabi kita Muhammad Saw adalah sebagai dokter rohani teladan bagi seluruh dokter rohani di dunia ini sepanjang masa.
operasi1
Imam Ali kw, sahabat terdekat Nabi dan sekaligus menantu beliau memperkenalkan bagaimana beliau sebagai dokter rohani itu sebagai berikut: “Nabi adalah ibarat tabib yang berkelana yang telah menyiapkan obat-obatannya dan memanaskan peralatannya. Beliau menggunakannya bilamana timbul keperluan untuk menyembuhkan hati yang buta, telinga yang tuli, dan lidah yang kelu. Beliau menelusuri dengan obatnya tempat-tempat kelalaian dan tempat-tempat kebingungan”.

(Khotbah 107 Nahjul Balaghah Imam Ali bin Thalin as).

Mari kita coba menyelami dan merenungi hal-hal penting yang terkandung dalam deskripsi Imam Ali kw tersebut.

Ada beberapa poin yang dapat dipetik dari penyifatan Imam Ali as terhadap Rasulullah Saw:

1. Para dokter ilahi tidak hanya menerangkan cara untuk menghindari penyakit namun membawa obat untuk mengobati setiap orang yang sakit dan membutuhkannya.

Para nabi dan washi yang mulia tidak hanya memiliki ilmu dan bertugas untuk mengabarkan kepada kita (umat) cara dan langkah-langkah untuk menghindari berbagai penyakit jiwa dan otak, namun juga memikul tanggungjawab untuk mengobati mereka yang telah terjangkit penyakit tersebut. Artinya para Nabi itu bukanlah sekadar duta-duta Allah yang hanya bertugas untuk menerangkan dan mengajarkan kepada manusia berbagai persoalan yang berhubungan dengan akidah dan hukum yang dapat diterima oleh setiap orang yang berada pada kondisi normal dan dapat menjalankan kehidupan yang “logis”. Namun mereka dengan penuh ketulusan juga melakukan pengobatan dan berbagai upaya yang dapat menyembuhkan para pasien yang sedang sakit dan menderita ketidakseimbangan di dalam diri mereka. Semua itu dimulai dari hal yang kecil dan sederhana sampai pada usaha maksimal, yaitu dengan menempelkan besi panas padanya, yang di zaman itu merupakan cara pengobatan terakhir.

2. Para dokter ilahi itu mencari orang yang sedang sakit dan membutuhkannya tidak berpangku tangan dan menunggu orang sakit datang kepadanya.

Banyak para penyembah diri dan pendamba kesenangan pribadi yang menamakan dirinya sebagai dokter ilahi mengatakan: “Kami laksana ka’bah siapa yang membutuhkan kami, maka harus mendatangi kami dan kami tidak memiliki kewajiban untuk mendatangi mereka” padahal banyak di antara manusia yang sakit –baik jasmani lebih-lebih rohani- yang tidak mendatangi dokter karena mereka tidak merasa, bahwa dirinya sedang sakit dan yang demikian itu adalah penyakit yang terparah, dimana seseorang yang sedang sakit namun tidak memiliki kesadaran atas hal itu. Di sini ada sedikit perbedaan antara penyakit jasmani dan rohani, dimana penyakit jasmani yang tidak disadari oleh penyandangnya ada kalanya tidak menyebabkannya lebih parah, karena ia secara psikologis merasa tenang dan penyakitnya tidak bertambah parah bahkan bisa jadi akan sembuh dengan ketenangannya tersebut, namun penyakit rohani tidak demikian. Ia laksana sebuah kotoran yang semakin penyandangnya tidak memberikan perhatian kepadanya, maka ia akan semakin lama semakin menebal dan mengeras, sebab di dalam diri setiap kita selalu berlangsung konflik dan pertarungan antara keberlangsungan ketidakpedulian akan penyakit rohani dengan ajakan dan motivasi yang kuat untuk sadar dan mengakhiri ketidakpedulian tersebut. Dan hasilnya adalah lama-kelamaan hati dan jiwa penyandangnya akan menjadi lebih keras dari batu, seperti firman Allah Swt:

“Kemudian hati kalian menjadi keras laksana batu atau lebih keras darinya”. (QS Al Baqarah 74).

3. Beberapa penyakit dasar (utama) yang banyak ditangani oleh para dokter ilahi Penyakit rohani yang merupakan akibat dari dosa dan maksiat kepada Allah terbagi menjadi dua bagian:

a.Penyakit-penyakit dasar yang merupakan induk dari berbagai penyakit rohani lainnya.
b.Penyakit-penyakit yang merupakan ca­bang dan akibat dari penyakit dasar tersebut.

Amirul mukminin as di dalam hal ini menerangkan tentang berbagai penyakit dasar yang akan menjadi sebab munculnya berbagai penyakit rohani lainnya, yaitu sbb:

1. Buta hati yang akan mengakibatkan telinga menjadi tuli dan lidah menjadi bisu. Penyakit ini benar-benar induk dari berbagai penyakit rohani yang menimpa banyak manusia dengan berbagai tingkatannya. Sungguh suatu hal yang patut disesalkan dan sangat mengkhawatirkan, dimana pemegang kendali dan pengatur diri telah rusak dan terjangkiti dengan penyakit tersebut. Maka semakin ia mendapatkan tambahan wawasan dan ilmu, maka semakin ia bertambah kebutaannya dan tidak bertambah apapun selain kegelapan di atas kegelapan. Diri-diri yang telah terpolusi tersebut tidak akan bertambah apapun selain keakuan dan egonya yang mana dengan penuh keterusterangan ia menarik setiap orang untuk menjadi budak dan pemuas dirinya. Tidak ada kehidupan, kemuliaan, manfaat, kenikmatan, keinginan dan kehendak melainkan kehidupannya, kemuliaannya, manfaatnya, kenikmatannya, keinginannya dan kehendaknya. Jika seseorang telah terjangkiti penyakit tersebut, maka ia akan melahirkan berbagai penyakit lain dan pada saat yang sama tidak akan berpengaruh berbagai upaya dan penerangan seberapapun terangnya cahaya yang akan menyinari­nya. Hal itu laksana seorang buta yang tidak akan dapat berpengaruh baginya cahaya sekuat matahari sekalipun.

2.Penyakit lalai. Penyakit ini juga penyakit yang berbahaya dan merupakan induk berbagai penyakit. Lalai tidak sama dengan ketidaktahuan, karena lalai didahului dengan pengetahuan atau minimalnya adanya potensi untuk mengetahui, sedangkan ketidaktahuan adalah ketika seseorang memang tidak mendapatkan jalan untuk dapat memperoleh pengetahuan. Yang biasa disebut dengan istilah “Qâshir”. Oleh karena itu mereka yang memiliki potensi untuk mendapatkan pengetahuan dan ada jalan untuk meraihnya namun ia tidak melakukannya tidak disebut dengan orang yang tidak tahu, ia disebut sebagai orang yang lalai dan acuh tak acuh yang akhirnya melupakannya. Ini adalah sebuah kegelapan dan bencana yang sulit untuk disembuhkan dan akan melahirkan berbagai penyakit lainnya.

3.Penyakit bingung. Yang dimaksud dengan bingung disini adalah sikap ragu untuk melangkah dan memilih jalan lurus yang akan mengantarkannya kepada tujuan yang semestinya sehingga ia akhirnya meninggalkan jalan tersebut. Penyakit ini adalah penyakit yang paling tidak enak dan paling merusak, dimana dapat menyesatkan manusia dan menyengsarakannya. Semakin seseorang menutup matanya dari pancaran sinar ilahi di alam ini, maka semakin ganaslah penyakit ini menggerogoti dirinya.

Dan akhirnya Amirul mukminin menutup sabdanya dengan mengatakan: “Sungguh mereka laksana binatang ternak dan batu-batu yang keras”.

Kehadiran adalah lebih daripada sekadar berada disana.

Apa arti menjadi seorang kekasih?
Menjadi kekasih mempunyai makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar menikah atau bercinta dengan seseorang. Berjuta-juta orang menikah, berjuta-juta orang bercinta- tetapi hanya sedikit yang benar-benar saling mengasihi.
Untuk menjadi kekasih sejati, anda harus bersungguh-sungguh dan berpartisipasi dalam tarian kemesraan bersama partner anda.

Anda seorang kekasih bila menganggap partner anda sebagai anugerah, dan mensyukuri anugerah itu setiap hari.

Anda seorang kekasih bila ingat bahwa pasangan anda bukan milik anda, bahwa di adalah pinjaman dari alam semesta.

Anda seorang kekasih bila menyadari bahwa apa pun yang terjadi di antara anda berdua selalu mempunya makna, bahwa apapun yang anda katakan mempunyai potensi untuk membuat kekasih anda sedih atau gembira, dan bahwa apapun yang adna lakukan bisa mempererat atau justru merenggangkan hubungan anda dengannya.

Anda seorang kekasih bila memahami semua ini, dan karenanya setiap pagi anda bangun dengan perasaan syukur dikaruniai satu hari lagi untuk mencintai dan menikmati kebersamaan dengan pasangan anda.

Bila anda mempunyai seorang kekasih dalam hidup anda, anda sungguh dikaruniai berkat melimpah. Anda diberi anugerah dalam wujud seseorang yang memilih menjadi pendamping anda. Dia akan menikmati siang dan malam bersama anda.

Setiap hari, kekasih anda menawarkan keajaiban berlimpah kepada anda. Dia mampunyai kekuatan untuk membuat anda senang dengan senyumnya, suaranya,dan gerak geriknya. Dia mempunyai kekuatan untuk mengenyahkan kesepian anda. Dia mmepunyai kekuatan untuk mengubah sesuatu yang biasa-biasa saja menjadi sesuatu yang sublim. Dia adalah gerbang anda menuju surga, disini di dunia.

Ya Allah.. Terima Kasih Kau telah tunjukkan jalanMu, mempertemukan dia denganku..

Dalam kehidupan ini kita selalu ingin menjadi yang terbaik sehingga kita lupa batasan apa saja yang dapat kita tembus atau dengan kata lain sesuatu yang bagai mana sih yang dapat kita ubah dan apa saja yang tidak dapat kita ubah….
1. Jenis kelamin
Memang ada operasi untuk mengubah kelamin. Tapi tidak bisa mengubah roh (spirit) orang yang bersangkutan. Terimalah dirimu, apakan engkau wanita ataupun pria. Act like woman / man!!
2. Orang tua
Tidak ada yang bisa memilih dilahirkan oleh orang tua yang mana. So, you must respect your parents!! Apakah orang tuamu seorang (maaf…) pemabuk, penjudi, pelacur sekalipun, you must respect them!! Kalau tidak, itu akan terjadi dalam kehidupanmu nanti. Your kids won’t respect you, is it terrible?
3. Hari kelahiran
Sudah ditetapkan oleh Allah SWT, sebelum dunia dijadikan. Amazing ha? But it’s true. Jangan menyesali, mengapa engkau harus lahir ke dunia tapi disia-siakan oleh orang yang kau kasihi. Allah SWT punya tujuan untukmu.
4. Bentuk Fisik
Kalau engkau keriting, yah keriting aja. Kalau hidungmu pesek, terima itu. Saya banyak melihat orang yang mengubah bentuk wajahnya, apakah itu memancungkan hidung, alis matanya dicukur habis, dll, jadi kelihatan aneh dan tidak natural.
5. Masa lalu
Ini juga sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Jangan melihat ke belakang, karena itu hanya membuat engkau “frozen” – can not do anything! Look to the future and see how good it is.
6. Kedudukan dalam keluarga
Apakah engkau anak bungsu, sulung, atau tengah, you can not change it. Nikmati sajalah.
7. Suku bangsa / ras
Menyesal jadi orang Indonesia yang terus menerus dilanda kesulitan? Atau menyesal jadi orang Batak yang kalau menikah perlu upacara adat yang walahhhh mahal dan lama? Atau jadi orang Cina yang suka ditindas dan diintimidasi? hmmm…..
Nah, sekarang ubah cara berpikirmu. Allah SWT sudah menetapkan engkau di bangsa ini untuk satu tujuan. So, do the best in your job, loyal, jangan korupsi, itu sudah menolong untuk memperbaiki bangsa kita ini.
Itulah 7 hal yang tidak bisa kita ubah. Kalaupun ada yang kita bisa ubah, misalnya: bentuk fisik, itu akan membawa kita ke dalam situasi yang tidak pernah puas. Selalu ingin ubah penampilan terus. Capek kan? Terimalah dirimu apa adanya, seperti Allah SWT menerimamu.
Memang dunia melihat rupa, tapi Allah SWT melihat hati. Apa yang kau lakukan setiap hari itu lebih penting dari penampilanmu. Bukan berarti kau bisa berpenampilan seenaknya, tidak!! Tapi engkau harus menerima apa yang sudah Allah SWT berikan padamu. Kulitmu yang hitam (manis), hidungmu yang kurang mancung, rambut yang lurus, urang tinggi, dll, dsb deh.
*”Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Allah SWT adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan”**

Dalam perjalanan menuju ketempat kerja, untuk memecah keheningan, sang sopir angkot memutar kaset lagu Rhoma Irama. Lumayan untuk mengisi waktu dalam perjalanan yang memakan waktu sekitar 45 menit.

Tiba-tiba saya jadi teringat akan perjuangan dakwah H. Rhoma Irama melalui lagi dangdutnya. Betapa gigihnya Beliau berjuang untuk menegakkan amar ma`ruf dan mencegah nahi munkar.

Namun kini, seakan gemanya padam sudah, dan yang cukup membuat saya bersedih adalah, ada acara humor di TV yang seakan-akan memperolok Beliau dengan muka dan dandanan yang dibuat mirip. Dan juga menyanyikan lagu Beliau dengan berbagai pelesetannya. Walaupun saya tersenyum dengan tingkah polahnya, namun hati saya menangis, betapa pejuang dakwah dijadikan bahan lelucon.

Dan kebalikannya terjadi, dimana Inul sang tokoh yang berusaha keras dicegah kemungkarannya oleh Beliau. Di acara TV Inul dibela habis-habisan. Inul dianggap pejuang kebebasan ber-ekspresi. Dan juga mungkin dianggap pejuang wanita. Inul begitu dipuja. Ah …kembali hati saya menangis, kenapa kemungkaran kini begitu berkuasa. Dan kebenaran mulai padam.

Begitu pula yang terjadi dengan A`a Gym dengan ceramah-ceramahnya yang begitu dalam memberikan pencerahan agama. Dulu, setiap yang mendengarkan ceramah Beliau bisa meneteskan airma mata. Dan yang hadir bisa mencapai puluhan ribu umat.8858_aa_gym_doknova2

Namun kini seakan cahaya itu padam hanya karena sesuatu yang dianggap salah oleh sebagian orang. Beliau begitu banyak kini yang mencaci dan menghina. Dan bahkan ada pula tokoh humor yang berusaha meniru dandanan dan cara dakwahnya. Namun dengan niat yang berbeda, apalagi kalau tidak memperolok-oloknya supaya penonton tertawa. Sungguh …miris saya melihatnya.

Dan kini film-film barat begitu banyak diminati anak-anaknya muda. Sudah tentu mereka banyak yang tidakpunya filter yang kuat untuk menyaring dampak negatifnya. Saya begitu kaget, ketika seorang teman berkata, setelah ia menonton film barat: “Ternyata setelah diadkan penelitian menonton film porno bisa menyehatkan badan”. Wah..sungguh hebat para pembuat film barat itu ya…bisa membelokkan pola pikir anak muda. Bahwa yang tadinya begitu dilarang sekarang bisa dibuat seakan-akan halal untuk dinikmati.

Apa jadinya negara kita kedepannya nanti … kalau kemaksiatan makin menjadi-jadi, dan para pendakwahnya sudah surut diterkam keberingasan zaman.

twilight

Allah berfirman :

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh…….” [An-Nisa:78]

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. [Al Jumu'ah:8].

Kejadian ini baru saja terjadi pada saudara kita di negeri entah berantah. Pak Herman anggaplah demikian namanya, berencana untuk pergi ke Mamuju untuk suatu keperluan dan ditemani oleh 2 orang tetangganya. Menjelang keberangkatan tiba-tiba saja anak pak Herman, anggap saja namanya Nina berumur 12 tahun, ingin ikut, padahal sebelumnya tidak ada keinginan dari Nina untuk ikut orang tuanya. Karena Nina terus mendesak ingin ikut, akhirnya pak Herman mengajak serta anaknya ikut dalam perjalanan tersebut.

Mereka menumpang Bus yang menuju ke Mamuju. Nina duduk persis dibelakang sopir. Dan Pak Herman duduk pada kursi nomer dua persis di belakang Nina. Entah kenapa pak Herman merasa kepanasan. Akhirnya dia pindah tempat duduk mundur kebelakang ke barisan bsementara pak Herman hanya luka ringan, karena bus bagian tengah tidak begitu terkena hantaman keras akibat tabrakan tersebut. Mereka berusaha menyelamatkan Nina dengan membawanya ke Rumah Sakit di Mamaju. Namun pendarahan di otak sudah parah dan pihak rumah sakit tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Akhirnya pada pukul 3 dini hari Niangku nomer 6 dari depan. Karena jalan lurus Bus melaju dengan kencang, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul Truck dengan kecepatan tinggi pula. Akhirnya tabrakan tak terhindarkan lagi, dan bagian depan bus hancur berantakan.

Nina terluka parah dan tak sadarkan diri,na menghembuskan nafas terakhirnya.

Disini terlihahtlah jelas bagaimana skenario Allah dalam mengatur kematian hambanya. Nina yang tadinya tidak ingin ikut serta, tiba-tiba saja menjelang keberagkatan orangtuanya memaksa ingin ikut. Dan pak Herman yang jelas-jelas duduk pada posisi bangku nomer 2 yang apabila tetap disana dia akan mengalami nasib yang sama dengan anaknya. Namun karena umurnya belumlah sampai, Allah menggerakan hati pak Herman untuk pindah.

Dan benarlah Firman Allah : “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh…….” [An-Nisa:78]

“Mereka (muslim) mendiami wilayah yang luas dan sumber daya alam yang kaya. Mereka mendominasi lalu lintas perjalanan dunia. Tanah mereka adalah pusat peradaban dan agama. Mereka memiliki satu keyakinan, satu bahasa, satu sejarah dan satu aspirasi. Tidak ada batas alam yang mampu memisahkan mereka, satu dari lainnya..kalau saja, bangsa mereka bisa tersatukan dalam satu negara, ia akan menggenggam nasib dunia dan memisahkan Eropa dari belahan dunia lainnya. Mengingat betapa pentingnya masalah ini, entitas asing perlu ditancapkan di jantung mereka agar mereka tidak akan pernah bisa bersatu dan menghabiskan energi mereka dalam peperangan yang tidak berkesudahan. Entitas itu juga bisa menjadi alat bagi Barat untuk mendapatkan apa yang sangat dia idam-idamkan.”
(Perdana Menteri Henry Bannerman dalam Laporan Campbell-Bannerman terbit di tahun 1907)

Israel sang negara teroris sekali lagi membantai muslim di Gaza, padahal pejabat Israel telah membocorkan informasi tentang akan adanya serangan sejak dua minggu lalu dimana tidak akan ada siapapun yang selamat. Bahkan pejabat Israel juga menyebutkan bahwa Israel menunggu cuaca yang baik agar bisa membantai dengan baik. Pada Sabtu pagi tanggal 27 Desember di tengah hiruk pikuk kesibukan, pembantaian di mulai.

Gelombang serangan pertama terjadi secara terkoordinasi dalam tempo 3 menit dengan melibatkan 60 jet F-16 menyerang 50 titik target infrastruktur Gaza yang masih tersisa. Gelombang kedua menghancurkan markas HAMAS (perlu diingat bahwa markas tersebut terletak di tengah populasi warga sipil). Dalam satu jam serangan pertama, 155 korban tewas dan jenazah korban terus berdatangan dan memenuhi rumah sakit.

Dengan terbenamnya matahari di Gaza, Israel akan meneruskan serangannya sepanjang malam. Dengan laju serangan seperti ini, Israel akan segera kehabisan target dan Gaza pun akan jatuh. Tank-tank Israel sudah disiagakan dan mengepung Gaza, dan bersiap untuk memasukinya. Pejabat Israel berulang kali mengatakan bahwa serangan ini hanyalah pembukaan, yang dikonfirmasi oleh pernyataan Menteri Pertahanan Israel,’ saat untuk menyerang Gaza telah tiba dan operasi ini tidak akan berlangsung sebentar, operasi akan jauh lebih dalam dan luas apabila diperlukan.”

Israel membenarkan aksinya sebagai tanggapan terhadap tingkat serangan roket terhadap wilayahnya yang diluncurkan dari Gaza. Menlu Israel Tzipi Livni membela serangan udara ini dengan berkata dalam siaran TV,” Israel tidak punya pilihan. Kami melakukan apa yang kami harus lakukan untuk melindungi warga kami.” Israel menuduh HAMAS, yang memenangkan pemilu 18 bulan lalu dan didukung oleh Iran, sebagai pihak yang bertanggungjawab terhadap serangan roket ini.

Israel memang selalu mengkambinghitamkan HAMAS sebagai kelompok Islam radikal yang bertujuan menghapus Israel, padahal Israel telah memblokade Gaza sejak lama. Secara rutin, Israel menutup jalur penyeberangan perbatasan menuju Gaza, yang berakibat pada kelaparan massal. Dalam sebulan terakhir, penyeberangan menuju ke Gaza dibuka selama 5 hari saja. Perwakilan PBB untuk Gaza menggambarkan situasi yang menyedihkan sebagai berikut,” Tiap hari adalah perjuangan untuk tetap bertahan hidup. Warga benar-benar kelaparan. Semua serba kekurangan, termasuk makanan yang sempat habis selama dua hari, dan fakta yang semakin memburuk yang bisa berakhir kepada kepahitan… kami berusaha keras mencari alasan untuk memiliki harapan yang realistis.”

Politik

Tanggapan dunia pun sudah bisa diduga. Israel tetap menjadi anak favorit bagi Barat. PM Inggris Gordon Brown dalam wawancara dengan BBC mengatakan bahwa ia ’sangat prihatin’ dan mengatakan bahwa milisi Palestina harus menghentikan serangan roket terhadap Israel, meskipun Palestina adalah pihak yang diserang dan Muslim dibantai.

Tanggapan penguasa muslim, yang selama ini tidak peduli terhadap jatuhnya korban muslim pun tidak bicara banyak. Mesir yang memiliki batas dengan jalur Gaza telah melakukan pembicaraan dengan Menlu Israel Tzipi Livni mengenai gencatan senjata. Hasilnya, Hamas menolak gencatan senjata selama Gaza masih diblokade Israel. Hubungan Mesir dengan Gaza pun memburuk. Telah diketahui bahwa Mesir marah besar ketika Hamas menolak berbicara dengan Fatah bulan lalu yang sedianya dijadwalkan berlangsung di Mesir. Media Arab pun melaporkan bahwa Hosni Mubarak juga menuduh Hamas telah melakukan kesalahan besar ketika menolak adanya gencatan senjata. Harian Al Quds Al Arabi yang berpusat di London juga melaporkan bahwa Mesir tidak akan memprotes serangan Israel, yang bertujuan untuk menjatuhkan pemerintahan Hamas di Gaza. Di samping itu keberadaan Tzipi Livni di ibukota Mesir adalah suatu peristiwa yang tidak biasa karena umumnya Hosni Mubarak menemui pejabat Israel di kawasan wisata Sharm el-Sheikh.

Dalam wawancara dengan Al-Jazeera, Azzam Tamimi, direktur Institut Pemikiran Politik Islam (Institute of Islamic Political Thought) dan pakar masalah Palestina, menggambarkan pengamatannya sebagai berikut, ” Saya duga operasi militer ini tidak hanya terbatas tapi juga berusaha untuk mengganti penguasa di Gaza, kalau tidak, kenapa Israel juga mentargetkan jajaran kepolisian? Yang menembakkan roket di Israel bukanlah para polisi dan polisi bertugas untuk menjaga keamanan di Gaza. Operasi ini ditujukan untuk menciptakan kekacauan dan kemungkinan besar Mesir dan Ramallah berkolusi dalam hal ini. Tidak mungkin berani Israel melancarkan serangan dalam skala sebesar ini tanpa adanya ijin dari kalangan tertentu, seperti Amerika, Eropa, dan juga Mesir dan Ramallah.”

Israel menggunakan muslim sebagai pion

Situasi politik domestik Israel jauh dari kestabilan selama setahun terakhir ini dan situasi tersebut adalah latar belakang serangan oportunis Israel terhadap Gaza. Sejak konflik Israel vs Lebanon pada tahun 2006, dimana Israel sendiri mengakui kekalahannya, Perdana Menteri Israel Ehud Olmert dan kabinetnya telah dipermalukan. Tidak hanya kekalahan Lebanon, pemerintahan pimpinan Olmert juga tercemar dengan berbagai skandal yang menyebabkan tekanan publik yang berakhir pada turunnya Olmert sebagai ketua partai Kadima. Penggantinya, Tzipi Livni sejauh ini gagal untuk menyatukan koalisi yang memimpin pemerintahan Israel dan terpaksa melaksanakan Pemilu yang dijadwalkan pada bulan Februari 2009. Livni juga tidak dalam posisi untuk memenangkan Pemilu dalam bersaing melawan Benjamin Netanyahu dari Partai Likud. Dalam janji politiknya, Netanyahu menyatakan akan menumbangkan pemerintahan Hamas.

Survei yang diambil pada detik-detik dimulainya penyerangan oleh Israel menunjukkan bahwa partai Kadima mulai lebih populer. Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan waktu penyerangan diatur sehingga popularitas Kadima bisa terangkat pada Pemilu yang sebentar lagi akan digelar. Kesibukan AS dalam persiapan prosesi peralihan pemerintahan dari Presiden Bush ke Presiden terpilih Obama, juga memberikan Israel kesempatan emas ketika AS sendiri masih disibukkan oleh penggantian kekuasaan.

Ternyata dunia tak muda lagi.. Masehi genap 2009 tahun dan Hijriah telah mencapai 1430… Perasaan baru 1419 waktu ku SD, hehe..

akhirnya kita menyadari terlalu tua dan sia-sia kita hidup dengan semua ketidaksiapan dan keteledoran sebagai umat manusia…

Saat ini kita telah memasuki tahun baru Islam 1430 H/tahun baru masehi 2009. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Hari berganti hari, ia berputar menggenapkan hitungan minggu, menyempurnakan bilangan bulan, dan lengkaplah menjadi tahun. Silih berganti seiring pergantian siang dan malam.
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal.”
(QS. Ali Imraan [3]: 191).

Allah SWT ingin menyapa kita dengan ayat-ayat-Nya. Allah ingin mengajari kita dengan tanda-tanda kekuasaan-Nya. Sedemikian Allah sayangnya kepada kita sehingga Dia hamparkan fenomena jagad raya ini sebagai pintu penyadaran akan perwujudan-Nya, keberadaan-Nya, Kekuasaan-Nya, Kerajaan-Nya, dan Ketetapan-Nya. Allah ingin membahasakan akan Diri-Nya kepada kita. Bahwa Dia-lah sesungguhnya yang memliki semua ini. Dialah yang meninggikan langit tanpa tiang. Dialah yang mengedarkan bintang gemintang. Dialah yang menguasai galaksi-galaksi, menetapkan hidup dan mati, menghamparkan bumi, dan menjadikan matahari sebagai pusat tata surya.
“ Demi matahari dan sinarnya di pagi hari”
“ Demi bulan apabila ia mengiringi“
“ Demi siang apabila ia menampakkan diri”
“ Demi malam apabila ia menutupi”
“ Demi langit serta binaannya”
“ Demi bumi serta penghamparannya “
“ Demi jiwa dengan segala penyempurnaan (ciptaann)-Nya”
“Allah mengilhami sukma, keburukan dan kebaikan”
“Beruntunglah siapa yang membersihkannya, rugilah siapa yang mengotorinya”
(QS. As-Syams [91]: 1-10).

Subhanallah. Satu pelajaran yang sungguh indah dan menakjubkan. Sungguh mempesona dan menyadarkan.

Menyadarkan jiwa-jiwa yang telah kelu dengan liku-liku dunia, perhiasan dan permainan yang sekejap sementara.

Menyadarkan hati-hati yang telah kering kerontang dengan debu-debu noktah keputusasaan dan kemaksiatan.

Menyadarkan akal fikiran yang telah terbelenggu dengan kebanggaan diri dan kerdilnya nurani. Menyadarkan akan tingkah yang selama ini justru kita semakin tak mampu membaca ayat-ayat ciptaan-Nya.

Menyadarkan akan hakekat-Nya bahwa Dialah Sang pemilik waktu, penentu batas umur, pemilik kehendak, pengatur takaran rizki, penggenggam taqdir perjalanan hidup ummat manusia.

Allah sesungguhnya hanya ingin menyadarkan dengan ayat ini, dengan bahasa yang sangat sederhana, dengan tanda yang ada di depan kelopak mata kita; wahtilaafil laili wan nahaari, pergantian malam dan siang, hingga menjadi perubahan hari demi hari, pergantian bulan dan semakin bertambahnya angka-angka bilangan tahun, agar kita bisa melihat langsung, merasakan tanpa perantara dan penghubung, yang setiap hari mendetakkan hati dan fikiran untuk merenung, tanda-tanda untuk bisa dan mudah kita baca. Kita baca dari tulisan ayat-Nya yang tersurat dan tersirat. Kita baca dengan nama Allah yang menciptakan semua ini.

Iqra’!. (=bacalah), bismirabbikalladzii khalaq (=dengan nama Tuhan-Mu Yang menciptakan). (QS. Al-Alaq [96]: 1]

Bacalah. Bacalah dengan nama Tuhan-Mu.

Renungkanlah. Renungkanlah dalam batas kefitrahan jiwamu.

Fikirkanlah. Fikirkanlah dengan kejernihan akalmu.

Sadarilah. Sadarilah bersama kekuatan hatimu.

Agar ayat-ayat ini membuka tabir akan hakekat diri-dirimu. Karena Tuhan-mu itu akan engkau tahu jika engkau tahu pula tentang dirimu. Man arrafa nafsahu arafa rabbahu. Ingatlah ungkapan Hatim Al Asham Rahimahullah, “Sesungguhnya Allah tidak melihat tua dan muda kalian. Tapi Allah memandang siapa diantara kalian yang paling mengenal-Nya. Maka kenalilah Allah dan bertawakallah kepada-Nya”. Ingatlah pula perkataan Ibnul Jauzi dalam Shaidu al Khathir, “Ketauhilah bahwa jalan menuju Allah tidak ditempuh dengan langkah-langkah kaki, melainkan ditempuh dengan hati.”

Saudaraku,
Pergantian tahun kali ini sejatinya adalah bagian yang tak terpisahkan dari takdir ketetapan ilahi. Memaknakan tentang takdir kita yang telah ditetapkan bahwa kita masih diberi umur, walaupun jika umur kita hanya sampai saat ini, sampai detik ini. Pergantian tahun menjadi bagian yang tak terpisahkan dari diskursus tentang waktu, tentang umur dan kesempatan kita, tentang nilai-nilai kita, prestasi-prestasi kita –bukan sekedar di hadapan manusia-, tetapi tentang prestasi kita di hadapan Allah Azza Wajalla Yang Maha Menatap dan Melihat setiap saat. Menilai dan mencatat setiap gerak bahkan gerak hati kita. Sebab seorang yang beriman ia menatap fenomena dengan pandangan keimanan.

Bukan dengan nafsu syaithani, bahkan dengan hinanya birahi, bukan pula dengan kesombongan dan keangkuhan, kemewahan dan kesia-siaan, bahkan kemaksiyatan dan tingkah durjana.
Seorang yang shalih ia akan memandang pergantian siang dan malam, pergantian tahun demi tahun ini, dengan kedalaman hatinya. Hati yang fitri dan bersinar terang. Laksana mentari yang menyinarinya menapak dan berjalan. Sehingga ia akan semakin mendekat dan merapat kepada Yang Maha Melihat. Bukan dengan tanpa arti, tanpa makna, tanpa ilmu dan tanpa hikmah. Ia akan semakin memahami tentang makna hidup, makna waktu, makna umur, dan makna nilai-nilai serta prestasi-prestasi kita. Karena yang bisa memahami hanyalah hati dengan bimbingan Rabbani.

Dari hati yang bersemayam ma’rifah (menganal Allah) itulah, ia akan menghembuskan energi keyakinan yang kokoh dan dahsyat. Keyakinan tentang perjalanan-perjalanannya menuju negeri yang kekal nan abadi. Keyakina tentang arah dan tujuan hidup ini. Keyakinan tentang mengapa kita ada. Keyakina tentang siapa yang membuat kita ada. Tentang perjalanan selama kita ini ada, dari tak ada menjadi ada, dari tak bisa apa-apa menjadi bisa apa-apa. Dari tak punya apa-apa menjadi punya apa-apa. Dari tak mampu apa-apa menjani bisa berpuat apa saja.

Inilah keyakinan. Buah dari mengenal Allah dengan wasilah (perantara) tanda-tanda fakta penciptaan-Nya. Dan hari ini adalah bagian dari tanda-tanda yang Allah gariskan itu. Pergantian tahun adalah bagian dari tanda-tanda-Nya. Tanda-tanda inilah yang membuat kita bisa mengenal. Mengenal diri kita, mengenal perjalanan usia kita, mengenal yang mencipta kita dan meyakininya. Sebagaimana keyakina Nabi Musa AS ketika berjumpa Khaliq-Nya di Bukit Thursina, atau keyakinan Nabiyullah Ibrahim AS ketika menyaksikan empat burung dara dicincang dan hidup kembali atas perintah dan kehendah Allah. Atau keyakinan Baginda Nabi Muhammad SAW ketika dikukuhkan kenabian di Gua Hira di malam nuzulnya Al-Qur’an.

Kenalilah Hidupmu ini sebagai Sebuah Perjalanan Hijrah
Sekarang, mari kita mulai memaknakan perjalanan hijrah ini. Sebagaimana kedalaman makna dan kedalaman rahasia mengapa ketetapan Tahun baru Islam dimulakan dari kisah monumental tahun peristiwa hijrah nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah Al-Munawwarah. Mengapa bukan tahun kelahiran Nabi SAW, mengapa bukan tahun saat didaulat menjadi Nabi?, atau mengapa bukan pada saat Al-Qur’an pertama kali nuzul?, Atau terjadinya Perang Badar Kubro? Atau pada saat Futtuh Makkah (pembebasan kota Makkah). Umar bin Khaththab RA sebagai khalifah kedua waktu itu menyimpulkan bahwa karena peristiwa hijrah Nabi inilah sesungguhnya momentum terbesar dimana ummat Islam menjadi sebuah kesatuan yang berdaulat menjadi sebuah kekhilafahan yang utuh dan diakui secara hukum internasional.

Sekarang, mari kita lebih fokus dan lebih mendalami tentang hijrah kita, karena peristiwa hijrah sarat dengan inthiqal (perpindahan), erat kaitannya dengan perpindahan, perbaikan, kuat hubungannya dengan perubahan menuju ke arah yang lebih baik. Hijrah berarti perpindahan dari kebiasaan mengkufuri nikmat-nikmat Allah menjadi hidup yang berbingkai syukur.

Hijrah meninggalkan kekufuran menjadi keimanan, Hijrah berarti meninggalkan syirik menuju tauhid (hanya menunggalkan Allah), pindah dari kehidupan jahili kea rah yang islami, hijrah juga berarti perpindahan dari sifat-sifat munafik, plin-plan, mencla-mencle, inkonsistensi menjadi istiqamah, lurus dan berpegang teguh pada nilai-nilai kebenaran. Hijrah juga berarti berkomitmen kuat pada nilai kebenaran dan menjauhkan, meninggalkan kebatilan. Hijrah berarti meninggalkan apa saja bentuk-bentuk perbuatan, makanan, pakaian yang haram menjadi hidup yang bertabur kehalalan thayyiba. Dan hijrah adalah meninggalkan dan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan maksiyat menuju ketaatan hanya kepada Allah SWT. Tinggalkan kedengkian, tinggalkan kemunafikan, tinggalkan korupsi, saling menjatuhkan sesama orang beriman, saling menghujat, tinggalkan kebodohan, kesia-siaan, tinggalkan kebiasaan hidup menjadi beban, tinggalkan kebohongan. Tinggalkan. Pergilah. Pergilah menuju perbaikan dan perubahan.

Bagai sang musafir di padang perjalanannya, kita semua ini adalah sang musafir kelana. Bahkan kita saat ini sedang di tengah-tengah perjalanan safar. Sebagaimana Rasulullah ungkapkan dalam haditsnya yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Ibnu Umar :
“ kun fid dunya ka annaka ghoriibun au ‘aabiri sabiili.”
Jadilah kalian di dunia ini sebagaimanan orang yang terasing atau bagai engkau dalam perjalanan musafir.

Bila kita sudah mempersiapkan diri untuk memulai berhijrah, berjalan, berpindah dan berubah. Kita akan menelusuri perjalanan hidup, hidup di jalan dakwah, perjalanan yang panjang dan berliku. Sebab itu ia harus senantiasa bergerak, tidak stagnan dan statis.Karena stagnan adalah gambaran kelemahan, bukti kita tak berdaya, dan pertanda kita tak mampu berkontribusi. Padahal Allah telah melengkapi seluruh instrument diri kita ini untuk siap berlomba, untuk menjadi juara, siap untuk menjadi pembelajar, petarung dan pemenang. Tidak ada yang indah pada sesuatu yang stagnan itu. Bergerak merupakan bentuk harmonisasi penciptaan yang luar biasa, sebagaimana harmonisasi beredarnya bintang gemintang, beredarnya bumi dan bulan. Sejenak saja kita berhenti melakukan perubahan dan perbaikan maka kita sedang menuju kehancuran. Dan ketika niat perjalanan ini telah dipancangkan, azzam (tekad) hijrah ini telah dikumandangkan. Maka bersiap-siaplah.
1. Arahkan tujuannya, pancangkan kemana akan pergi berhijrah. faina tadzhabuun (kemana engkau akan pergi). Pergilah menuju perbaikan, pergilah ke arah ketaatan, keimanan, keislaman, kebenaran, keadilah & kesejahteraan. Berangkatlah menuju kejujuran dan istiqamah. Pergilah menuju pemilik Kebenaran itu, berangkatlah menuju Yang Maha Adil. Pergilah menuju sumber ketenangan & sumber kesejahteraan. Pergilah kepada Al-Haqq, Al-Mudabbir (Yang Maha Mengatur), Ar-Rahman (Yang Maha Penyayang). Pergilah menuju kepada-Nya. Pergilah menuju Allah!….
2. Jangan kehabisan bekal. Itu pasti. Kita butuh bekalan. Perjalanan ini panjang dan menorehkan ragam romantika, ragam pesona, bahkan ragam duri-duri dan cobaan. Hidup kita ini tidak pernah keluar dari beberapa keadaan; nikmat dan karunia yang melahirkan syukur, musaibah dan bencana yang menuntut kita sabar. Hidup ini tidak lepas dari bentuk anugerah, ujian, cobaan bahkan peringatan dan adzab. Tidak ada bekalan yang layak melainkan bekalan keimanan dan ketaqwaan.
Watazawwaduu wainna khoiroz zaadi at-Taqwaa. Fattaquuni yaa ulil albaab.
“Dan berbekallah, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal itu adalah taqwa. Dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.”
3. Hati-hati ada perampok jalanan. Ia akan menghabisi bekalan kita tanpa belas kasihan. Tanpa ampun. Bahkan nyaris menjadikan manusia tidak lagi melanjutkan perjalanannya. Ia ada di sekeliling kita. Bahkan ada dalam diri kita. Renungkanlah baik-baik ungkapan Rasulullah SAW di tengah-tengah para sahabatnya:
“Bahwasanya Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat: Tahukah kalian siap sesungguhnya orang-orang yang bangkrut/merugi itu?. Sahabat menjawab: ‘Orang yang rugi itu adalah diantara kita yang tidak memiliki dirham dan perhiasan’. Maka RAsulullah bersabda: ‘Sesungguhnya orang-orang yang rugi itu adalah mereka yang datang pada hari kiamat dengan pahala shalatnya, puasa, zakat. Tetapi ia mencela, menuduh, memakan harta/kerupsi,, menunpahkan darah, memukul, akhirnya ia berikan kebaikann demi kebaikan itu untuk menebusnya hingga kebaikan itu sirna, lalu diberikanlah dosa-dosa mereka hingga kemudian ia dilemparkan ke dalam api yang menyala-nyala”.
(HR. Muslim dari Abu Hurairah RA)
4. Jangan terlena di tempat Istirahat. Memang perjalanan ini adakalanya kita mesti singgah. Ada peristirahatan-peristirahatan untuk sejenak kita duduk dan berbaring. Menikmati hidangan, menatap pemandangan. Dan sungguh pemandangan dunia ini teramat mempesonakan. Harta, wanita, jabatan dan popularitas. Tetapi ingatlah bahwa dunia ini bisa melalaikan, meninabobokkan.
5. Awas Tertinggal rombongan. Perjalanan kita hijrah ini bagai kafilah musafir. Perubahan kita membutuhkan peran-peran kesolehan sahabat dan teman kita yang lain. Jangan pernah lepas dari kafilah ini. Sebab kekuatan pembekalan ini dipengaruhi pula oleh kekuatan kebersamaan kita. Kita tidk bisa sendirian. Kita butuh berjamaah.
“bergabunglah kalian dalam kafilah jamaah, karena sesungguhnya serigala itu akan menerkam domba yang sendirian.

Akhirnya….

Taun 2009 tiba juga…setelah apa yang terjadi di 2008 terlalu banyak cerita yang harus ditutup dan menjadikannya sebuah cerita…

jadi pengen bikin satu kata-kata bijak : “Di dalam hidup ini terdapat dua periode waktu , masa lalu dan masa depan. Masa kini hanyalah sebuah momen pendek yang segera berlalu. Oleh karena itu, kita dapat memilih apakah kita ingin memfokuskan perhatian kita pada apa yang telah terjadi – sesuatu yang tidak dapat kita ubah; atau pada masa depan kita – pada segala kemungkinan, dan pada keadaan-keadaan yang di dalamnya kita memiliki kendali untuk merubahnya.”

Kita menyadari bahwa manusia tak luput dari kesalahan, karena itu, dari pada larut dalam penyesalan lebih baik kita mempersiapkan diri menghadapi tahun 2009 :

  1. Membuat Resolusi
    Membuat resolusi seperti kebanyakan yang dilakukan orang menjelang pergantian tahun adalah langkah yang baik, asal resolusi jangan sekedar harapan belaka, namun jadikan sebuah motivasi untuk menjadi lebih maju. Jangan takut membuat resolusi lantaran takut kecewa karena tidak tercapai. Bagaimana bisa mencapai mimpi jika mimpi saja tidak punya? Tulis resolusi sebanyak-banyaknya pada sebuah dokumen doc, simpan di desktop agar mudah diakses. Bila perlu print dan tempelkan di sebelah komputer.
  2. Perkuat Mentalitas
    Mimpi saja tidak cukup, yang lebih penting adalah ACTION! Lakukan hal-hal yang bisa mendukung tercapainya mimpi itu. Isi diri dengan banyak hal yang bermanfaat. Papaku pernah berpesan, “Seumur hidup kita jangan pernah berhenti untuk belajar”. Bukan hanya belajar tentang bidang yang kita geluti, masih banyak hal di luar sana yang musti diketahui dan dipelajari.
  3. Evaluasi secara Periodik
    Ujian adalah sebuah evaluasi untuk mengetahui sejauh mana kita sudah menguasai materi yang diajarkan, begitu pula dengan resolusi, perlu kita evaluasi sudah sejauh mana kita berhasil meraihnya. Kalaupun belum, lihat lagi apa penyebabnya. Lalu lakukan yang lebih baik lagi untuk meraih impian kita.
  4. Hadiahi Diri Sendiri
    Jangan lupa untuk menghadiahi diri sendiri dengan hal-hal yang kita inginkan bila beberapa target pada resolusi dapat terpenuhi. Seperti misalnya liburan di akhir tahun atau membeli laptop baru ;)

Nah, untuk tahun baru dan semangat yang baru, “HAPPY NEW YEAR 2009“. Ayo kita BERBUAT perubahan yang lebih baik dari diri sendiri, keluarga, orang-orang yang kita cintai, orang-orang di sekitar kita dan semua makhluk hidup.