Fenomena


Radovan Karadzic, tersangka penjahat perang Bosnia, setelah 12 tahun buron menurut keterangan resmi berhasil ditangkap hari Senin malam. Keterangan tidak resmi menyebutkan, Karadzic ditangkap aparat keamanan Serbia hari Jumat lalu di atas sebuah bus kota di Beograd. Mahkamah kejahatan perang PBB di Den Haag menuduh Karadzic bertanggung jawab atas pembantaian 8.000 warga Muslim Bosnia di Srebrenica tahun 1995 lalu. Berkali-kali upaya penangkapannya mengalami kegagalan. Di Serbia ia menjadi semacam mitos, sebagai tokoh yang tinggal di sebuah gereja misterius di kawasan pegunungan perbatasan antara Bosnia dan Montenegro. Karadzic seorang psikiater yang memiliki hobby menulis puisi. Lewat orang-orang kepercayaannya, selama buron Karadzic menerbitkan beberapa roman, antologi puisi dan bahkan buku anak-anak.

Karir politik Karadzic mencuat ketika pada tahun 1989 ia mendirikan partai Demokratik Serbia yang berhaluan nasionalistis. Pengikut setia Tito ini dengan tegas menunjukkan haluan politiknya, setelah ia diangkat menjadi presiden Serbia Bosnia tahun 1991. Di parlemen di Sarayevo Karadzic mengancam akan melancarkan perang terhadap kelompok Muslim Bosnia, ketika mereka menuntut kemerdekaan Bosnia-Herzegovina.

Karadzic dalam sidang parlemen menegaskan; “Kalian harus tahu, bahwa Bosnia-Herzegovina akan menjadi neraka dan warga Muslim akan hancur. Warga Muslim tidak akan dapat membela diri jika terjadi perang.“

Hanya setengah tahun setelah sidang parlemen yang patut dicatat sejarah serta pernyataan kemerdekaan Bosnia-Herzegovina, Karadzic menenggelamkan negara tsb ke dalam neraka. Bersama dengan penggagas perang dari Beograd, Slobodan Milosevic, ia mengkoordinir serbuan tentara Serbia menggempur pasukan Muslim di Bosnia. Karadzic bersama panglima perangnya Ratko Mladic, menyebar ketakutan dan teror di kalangan warga Bosnia. Tapi di depan pengusut internasional, Karadzic justru menjungkir balikan fakta.

Karadzic mengatakan; “Sebelum perang bermukim 20 ribu warga Muslim di Banja Luka. Sekarang di sini terdapat 40 ribu warga Muslim yang berdatangan dari desa-desa kecil yang tidak dapat kami lindungi, sekarang kami lindungi mereka di sini di Banja Luka.“

Sementara itu, dengan pengepungan selama berbulan-bulan, banyak warga kota Sarayevo diharapkan mati kelaparan. Pembantaian 8.000 warga Muslim Bosnia di Srebrenica pada tahun 1995 yang ketika itu menjadi kawasan perlindungan PBB, menjadi simbol dari kebrutalan genosida di jantung Eropa setelah usai perang dunia kedua. Karadzic dan Mladic adalah aktor utama di balik genosida tsb.

Mantan pemimpin Serbia Bosnia Radovan Karadzic, yang dituduh sebagai arsitek kejahatan perang termasuk pembantaian terhadap 8.000 warga Muslim Bosnia pada dekade 1990-an, ditangkap dalam sebuah penyerbuan di Serbia, Senin (21/7) malam. Penangkapan ini mengakhiri pengejaran terhadap Karadzic yang menjadi buronan selama 13 tahun. Kepastian penangkapan Karadzic disampaikan oleh Kantor Kepresidenan Serbia dan pihak Pengadilan Kejahatan Internasional untuk bekas Yugoslavia (ICTY).

Kantor Presiden Boris Tadic menyebutkan, Karadzic dibawa ke hadapan hakim penyelidik di pengadilan kejahatan-kejahatan perang Serbia. Prosedur hukum tersebut meng- indikasikan Karadzic akan segera diekstradisi ke pengadilan kejahatan-kejahatan perang PBB di Den Haag, Belanda.

Karadzic, salah satu buronan kelas kakap dunia untuk kejahatan-kejahatan perang, dituduh mendalangi pembantaian besar-besaran di wilayah bekas Yugoslavia. ICTY yang dibentuk PBB menyebut pembantaian itu sebagai “pemandangan dari neraka, yang tertulis dalam lembaran-lembaran terkelam sejarah umat manusia”. Nama Karadzic masuk daftar tersangka yang paling di- buru Mahkamah Internasional PBB. Ia dituduh mengorganisasi pembantaian 8.000 umat Muslim di Srebrenica pada 1995 dan berada di balik aksi kejahatan perang yang lain di Bosnia. Pembantaian terhadap warga Bosnia merupakan yang terburuk dalam sejarah Eropa setelah Perang Dunia II.

Kabar tertangkapnya Karadzic pada Senin malam langsung menyebar ke seantero ibu kota Bosnia, Sarajevo, hanya dalam hitungan menit. Jalan-jalan di seantero Sarajevo dipadati mobil-mobil yang ramai membunyikan klakson serta kerumunan warga yang menyanyi penuh suka-cita. Warga langsung berhamburan ke jalan sembari berdendang, menyanyi dan mengabarkan tertangkapnya Karadzic kepada siapa pun yang mereka temui. Warga yang memadati bar-bar di pusat kota merasa terkejut mendengar kabar yang sudah dinanti-nantikan selama lebih dari satu dekade. Karadzic menghadapi 15 dakwaan kejahatan perang, termasuk genosida, pembunuhan, dan tindakan-tindakan tidak berperikemanusiaan selama perang Bosnia 1992-1995

Fenomena baru terjadi di Indonesia, Mengagetkan, Mencengangkan, tersangka Verry atau Ryan diduga memiliki kecenderungan psikopat yang tidak selalu berkait dengan orientasi seksualnya. Sejauh yang Saya lihat gejala penyakit jiwa Ryan itu terlihat dari ekspresi Ryan yang tampak tanpa rasa bersalah ketika menceritakan pembunuhannya dan proses pembunuhan yang cenderung sadis, bahkan memutilasi salah satu korbannya. Psikopat adalah keadaan psikiatri berupa kurangnya empati atau kepedulian disertai minimnya kontrol impuls dan perilaku.

Gejala psikopat itu juga tampak dari banyaknya jumlah korban. Kemungkinan Ryan penderita psikopat makin kuat bila dugaan seorang perempuan menjadi korbannya terbukti benar. Sebab, kelainan jiwa psikopat tidak berkaitan dengan orientasi seksual Ryan yang menyukai sesama jenis (homoseksual). Penyebab psikopat bisa dari faktor genetik, lingkungan, maupun campuran keduanya. Secara genetik, seseorang menjadi psikopat dan memiliki kecenderungan melakukan kekerasan berlebihan bila kekurangan atau kelebihan satu kromosom atau hormon tertentu.

Penderita psikopat juga kerap tak terlihat oleh orang-orang di sekitarnya. Mereka kerap tampil sebagai pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, memesona, mempunyai daya tarik luar biasa, menyenangkan, dapat menguasai berbagai ilmu pengetahuan, bersikap religius, dan kelihatan tampak sukses dalam karier.

Meski demikian, tidak tertutup kemungkinan bahwa pembunuhan Ryan berlatar belakang asmara. Keberadaan kaum homoseksual yang belum bisa diterima masyarakat membuat komunitas itu cenderung tertutup, eksklusif, dan terbatas. Mereka kerap terdorong berbuat kekerasan karena tak punya pilihan. Nah, kaum homoseksual mempunyai dinamika psikologi seperti perempuan yang meletup-letup namun dengan kekuatan fisik seorang lelaki. Kombinasi keduanya menghasilkan kekerasan. Namun jika kita lihat lebih jauh, basis kejahatan masyarakat heteroseksual lebih beragam dan latar belakang atau motifnya pun bermacam-macam. Itu sebabnya, persentase rangkaian kejahatan keji yang dilakukan masyarakat heteroseksal lebih kecil dibandingkan total kejahatan yang mereka lakukan. Kejahatan homoseks yang muncul ke publik hanya rangkaian kejahatan keji yang nyaris melulu menyangkut pasangan seks. Timbul kemudian, citra kaum homoseks itu umumnya keji.

Fenomena ini dikenal dengan crime of passion yang mana hal ini adalah ledakan kemarahan yang membabi buta karena merasa terhina dan cemburu yang membuat pelaku membunuh atau menganiaya berat. Pada kaum homoseksual, crime of passion bisa dipicu unsur lain, yaitu unsur ketakutan kehilangan peran karena pasangannya terancam hilang. Rendahnya populasi kaum homoseksual menyebabkan kalangan ini mudah mengalami distres, mudah panik. Crime of passion di antara homoseks terjadi lebih keras karena berlangsung di antara para pria. Asmara yang tumbuh di antara mereka adalah cinta platonis, mencintai untuk menguasai dengan pendekatan. Loose-loose solution bukan win-win solution. Dengan kata lain, dalam kasus-kasus perebutan, perselingkuhan, dan pertengkaran asmara, kaum homoseks umumnya berprinsip, ‘kalau saya tidak dapat, maka kamu pun tidak akan mendapat dia’. Interaksi berlangsung agresif dan saling menghancurkan.