Isi Hati


A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

mh_home_page_1

Lagu untuk Gaza, “We will not go down”, yang dilantunkan Michael Heart di alun alun Trafalgar Square London, membuat Dian Neilson, ibu tiga anak di bawah 10 tahun, tak kuasa menahan tetesan air matanya.

Dian Neilson mengaku meninggalkan tiga putranya bersama sang suami di rumah mereka di daerah Enfield, pinggiran kota London, untuk ikut berdemo pada Sabtu siang, menentang serangan Israel atas Palestina di Gaza.

Kebrutalan Israel itu telah berlangsung sejak tiga pekan lalu, dan menewaskan lebih dari seribu warga sipil Palestina, terutama anak-anak dan kaum perempuan.

Demo yang digelar Palestine Solidarty Campaign bersama organisasi masyarakat di Kerajaan Inggeris lainnya seperti Muslim Council of Britain, Stop the War Coalition, Islamic Forum of Europe, British Muslim Initiative, Palestinian Forum in Britain itu, diisi dengan orasi oleh politisi, pimpinan masyarakat dan artis.

Selain itu, juga bergabung Islamic Human Right Commission, United Kingdom (UK) Islamic Mission, Palestinian Return Center, Friends of Al-Aqsa, Young Muslim Organisation UK, Council of Mosque, Respect dan Da`watul Islam UK dan Muslim Association of Britain.

Tidak ketinggalan pelajar yang tergabung dalam Federation of Student Islamic Association serta Sri Lanka Islamic Forum UK, World Ahlul- Bayt Islamic UK, British Muslim Forum, Al Khoel Foundation, BRIC UP, Council of European Jama`at, Islamic Society of Britain, Muslim Directory, dan Haldan Society.

Dan bahkan, orang Yahudi yang ada di London yang tergabung dalam “Jews for Justice for Palestine” juga ikut bergabung bersama masyarakat Indonesia yang tergabung dalam Keluarga Islam Indonesia di Britania Raya dan Sekitarnya.

Pendemo membawa spanduk (banner) yang disediakan oleh panitia, yang antara lain bertuliskan “Free Palestine”, “Stop Holocoust in Gaza”, “Gaza stop the Massacre,” dan bahkan ada yang membuat sendiri banner yang intinya menentang serangan Israel di Gaza.

Sejak pagi, pendemo memenuhi alun alun kota London di Trafalgar Square yang tidak jauh dari Istana Buckingham dan di depan The British National Gallery, dengan membawa berbagai atribut termasuk bendera Palestina warna merah, putih, hitam dan hijau.

Seorang ibu berusia 74 tahun yang datang dari Surrey, bersama sang suami pegawai di Amnesty Interntional, ikut berdemo dengan membawa banner dari rumah.

Di alun alun Trafalgar Square yang terdapat patung pahlawan Inggeris Neilson itu dipasang layar lebar yang menampilkan cuplikan berita dan juga pesan pesan dari anak anak yang menderita serta wanita yang berada di Gaza.

Usai medengarkan orasi dan sambutan serta pembacaan sajak dan lagu oleh artis dari Palestina, pendemo dengan tertib meninggalkan alun alun. Padahal, mereka sebelumnya berencana mendatangi kantor Perdana Menteri Inggeris di 10 Downing St, untuk menyerahkan surat.

Polisi pun berjaga jaga di sekitar alun alun dengan pasukan kuda, mengantisipasi terjadinya huru-hara, namun para pendemo dengan tertib pulang ke rumah dengan kereta api bawah tanah dan bus-bus.

Counsellor Pensosbud KBRI London, Herry Sudradjat, sebelumnya menyampaikan imbauan kepada masyarakat Indonesia yang ikut demo untuk tetap berhati-hati dan mematuhi hukum yang berlaku, serta menghindari hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan.

Wakil Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia UK, Nizma Agustjik, menyesalkan apa yang terjadi di Gaza dan mengutuk kebiadaban yang dilakukan Israel di Jalur Gaza selama ini.

Sementara itu, Farida, mantan atlet senam Indonesia yang kini menetap di London mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa tidur setelah menyaksikan tayangan dari BBC yang memperlihatkan semua gedung, flat yang dibom Israel.

“Anak-anak lari sembari menangis. Sedih rasanya. Bayangkan kalau itu anak kita,” ujar Farida, seraya menambahkan bahwa dari tayangan televisi bisa dilihat dengan jelas Israel menembakkan bom atau roket ke daratan Gaza.

Lord Kaufman di Parlemen Inggris, mengaku, ibunya pun pernah disiksa oleh Israel dan mati di “holocoust camp”, namun dia tidak menyebutkan waktu persisnya.

Lagu “We will not go down” yang isinya sangat menyentuh seperti “In the night, without a fight, You can burn up our mosques and our homes and our schools, But our spirit will never die, We will not go down In Gaza tonight, terdengar sayup-sayup saat pendemo meninggalkan alun alun Trafalgar Square.

Michael Heart, penyanyi kelahiran Syria yang menetap di Los Angeles, Amerika, mengatakan dirinya merasa senang dan bahagia dengan album yang ditujukannya untuk anak anak Palestina tersebut.

Pria yang dibesarkan di Eropa khususnya di Swiss dan Austria itu merasa marah dan terharu melihat korban di sekolah PBB yang memberikan inspirasi baginya untuk mengarang lagu yang khusus ditujukan bagi korban Gaza.

Michael yang hidup dalam berbagai budaya itu mengratiskan lagunya untuk di-`download`. Hanya saja ia menyarankan kepada fansnya untuk memberi sumbangan ke Unicef atau ke organisasi yang berdidekasi untuk mengurangi penderitaan rakyat Palestina.

Michael yang belajar piano dan gitar di usia 10 tahun, dan mulai menulis lagu dan sempat melakukan rekaman setelah menyelesaikan pendidikan dari Full Sail (sekolah rekaman), akhirnya hijrah ke Los Angeles di tahun 1990.

Selama 18 tahun, Michael bekerja di studio lokal. Selain bermain gitar, dia pun bekerja sebagai `recording engineer` untuk artis terkenal seperti Brandy, Will Smith, Toto, Natalie Cole, The Temptations, Phil Collins, Patty LaBelle, dan The Pointer Sisters.

Michael yang juga dikenal dengan nama “Annas Allaf”, antara lain pernah membantu rekaman kelompok Earth Wind & Fire, Ricky Lee Jones, Lou Rawls, Jesse McCartney, Hillary Duff, Jessica Simpson, Jennifer Paige, Al Jarreau, K-Ci & Jojo, Deborah Cox, Monica, Taylor Dayne, Keiko Matsui, Steve Nieves, dan Luis Miguel and Tarkan.

Selain bekerja di studi rekaman, Mihael pun pernah melakukan tur di awal tahun 90, sebagai pemain gitas Flamenco bersama Juan Manuel Canizares, pada pembukaan konser Dire Straits.

Pada awal Januari 2009, Michael menulis dan sekaligus menyanyikan lagu yang menceritakan kepiluan masyarakat Palestina di Gaza akibat kebiadaban Israel, “We will not go down”. Dan lagu itu pulalah yang membuat banyak pendengarnya meneteskan air mata.

Akhirnya….

Taun 2009 tiba juga…setelah apa yang terjadi di 2008 terlalu banyak cerita yang harus ditutup dan menjadikannya sebuah cerita…

jadi pengen bikin satu kata-kata bijak : “Di dalam hidup ini terdapat dua periode waktu , masa lalu dan masa depan. Masa kini hanyalah sebuah momen pendek yang segera berlalu. Oleh karena itu, kita dapat memilih apakah kita ingin memfokuskan perhatian kita pada apa yang telah terjadi – sesuatu yang tidak dapat kita ubah; atau pada masa depan kita – pada segala kemungkinan, dan pada keadaan-keadaan yang di dalamnya kita memiliki kendali untuk merubahnya.”

Kita menyadari bahwa manusia tak luput dari kesalahan, karena itu, dari pada larut dalam penyesalan lebih baik kita mempersiapkan diri menghadapi tahun 2009 :

  1. Membuat Resolusi
    Membuat resolusi seperti kebanyakan yang dilakukan orang menjelang pergantian tahun adalah langkah yang baik, asal resolusi jangan sekedar harapan belaka, namun jadikan sebuah motivasi untuk menjadi lebih maju. Jangan takut membuat resolusi lantaran takut kecewa karena tidak tercapai. Bagaimana bisa mencapai mimpi jika mimpi saja tidak punya? Tulis resolusi sebanyak-banyaknya pada sebuah dokumen doc, simpan di desktop agar mudah diakses. Bila perlu print dan tempelkan di sebelah komputer.
  2. Perkuat Mentalitas
    Mimpi saja tidak cukup, yang lebih penting adalah ACTION! Lakukan hal-hal yang bisa mendukung tercapainya mimpi itu. Isi diri dengan banyak hal yang bermanfaat. Papaku pernah berpesan, “Seumur hidup kita jangan pernah berhenti untuk belajar”. Bukan hanya belajar tentang bidang yang kita geluti, masih banyak hal di luar sana yang musti diketahui dan dipelajari.
  3. Evaluasi secara Periodik
    Ujian adalah sebuah evaluasi untuk mengetahui sejauh mana kita sudah menguasai materi yang diajarkan, begitu pula dengan resolusi, perlu kita evaluasi sudah sejauh mana kita berhasil meraihnya. Kalaupun belum, lihat lagi apa penyebabnya. Lalu lakukan yang lebih baik lagi untuk meraih impian kita.
  4. Hadiahi Diri Sendiri
    Jangan lupa untuk menghadiahi diri sendiri dengan hal-hal yang kita inginkan bila beberapa target pada resolusi dapat terpenuhi. Seperti misalnya liburan di akhir tahun atau membeli laptop baru ;)

Nah, untuk tahun baru dan semangat yang baru, “HAPPY NEW YEAR 2009“. Ayo kita BERBUAT perubahan yang lebih baik dari diri sendiri, keluarga, orang-orang yang kita cintai, orang-orang di sekitar kita dan semua makhluk hidup.

Sepasang kakek dan nenek sedang berada di toko souvenir untuk
mencari hadiah bagi ulang tahun cucunya yang tercinta. Kemudian mata
mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang sangat cantik. ” Lihat
cangkir itu”, kata si nenek pada suaminya. “Kau benar, ini adalah
cangkir tercantik yang pernah aku lihat!”, ujar si kakek. Mereka
kemudian menjulurkan tangan untuk mengambil cangkir tersebut. Tepat
saat tangan mereka menyentuhnya si cangkir tiba-tiba berbicara :

” Terima kasih atas perhatiannya. Perlu kalian ketahui, aku dulunya
tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi orang, aku hanyalah
seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari, ada seorang
perajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda yang berputar.”

” Aku berteriak-teriak karena pusing. :Stop! .. Stop! .. Aku
berteriak, tetapi orang itu berkata, “Belum !!” Lalu ia mulai menyodok
dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop! Teriakku lagi, tapi orang ini
tidak menghiraukanku serta masih saja meninjuku, menekan-nekan aku
dengan tangannya hingga kadang2 aku gepeng, kembung dan sebagainya.
Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalm perapian. Panas!!
Panas!! teriakku dengan keras. Stop!! Cukup!! Teriakku lagi.”

“Orang itu tidak menghiraukan penderitaanku. Akhirnya, ia mengangkat
aku dari perapian itu dan membiarkan aku menjadi dingin. Aku pikir,
inilah akhir penderitaanku. Tapi ternyata … !!! Belum .. !!! AKu
diberikan kepada seorang wanita yang memberikan warna kepada seluruh
tubuhku. Bahan pewarna berbau menusuk dan sangat lengket sehingga
membuatku sangat tersiksa. Stop! Stop! Aku berteriak dengan putus asa.
” Belum !!”, kata wanita itu, bahkan kemudian aku diberikan kepada
seorang pria yang kembali memasukkan aku ke dalam api yang panas dan
membakar!! Bahkan lebih panas dari api yg sebelumnya. Tolong !!
Hentikan penyiksaan ini !! Sambil menangis aku berteriak sekuat2nya.
Namun orang tersebut tetap membakarku, hingga lama kemudian baru aku
diangkat dari api dan dibiarkan dingin dan membeku !!

Setelah benar2 dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan
menempatkan aku dekat kaca. Aku kemudian dapat melihat diriku. Aku
terkehut sekali !!! Aku hampir tidak percaya dengan apa yg kulihat,
karena dari pantulan kaca aku melihat diriku sebagai sebuah cangkir
yang sangat cantik !!! Semua penderitaan dan kesakitan yang aku derita
selama ini seakan-akan sirna, hilang tanpa bekas !! “

Sahabatku, ….

Seperti itulah Tuhan Yang Maha Kuasa membentuk kita. Pada saat Dia
membentuk kita tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan dan
banyak air mata. Tetapi, itulah cara mengubah kita agar menjadi cantik
dan memancarkan kemuliaan-Nya.

Sahabatku,

Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan apabila kamu jatuh ke dalam
berbagai cobaan, sebab Anda tau, bahwa ujian menghasilkan ketekunan.
Dan biarkanlah ketekunan itu memperolah buah yang matang supaya Anda
menjadi sempurna, utuh dan tak kekurangan suatu apapun. Apabila Anda
menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati karena Tuhan sedang membentuk
anda, walaupun pembentukan2 itu menyakitkan, tetapi setelah melalui
semua proses, Anda akan melihat bahwa Anda bisa lebih cantik dari
cantik yang tercantik sekalipun !!


Ada seorang kakek yang tinggal di India. Umurnya sudah lebih dari 70 th. Sepanjang hidupnya selama 70 th itu, ia gunakan untuk menyembah berhala dari batu. Setiap hari ia begitu taat menyembah tuhannya itu.

Suatu ketika, kakek ini punya suatu keinginan. Ia pun kemudian mendatangi tuhannya seraya memohon agar doa`nya dapat dikabulkan.

“Oh, tuhanku Latta. Oh tuhanku Uzza. Tujuh puluh tahun aku terus menerus menyembahmu. Selama itu, tak ada sesuatupun yang aku mohonkan kepadamu. Sekarang, aku ada permohonan kepadamu. Mohon, kabulkanlah permohonanku ini”.

Kakek itu memohon sambil merengek-rengek kepada Latta dan Uzza kiranya doa`nya dapat dikabulkan. Demikian seterusnya dia lakukan. Setelah sampai tujuh puluh kali doa` itu ia panjatkan, tak ada sedikitpun pengabulan dari berhala tuhannya yang ia peroleh. Maka kakek itu sedih sekali dan akhirnya putus asa.

Dalam keputusasaannya itu, ternyata Allah SWT memberi hidayah kepada kakek. Hati sang kakek dilapangkan oleh Allah, dan sang kakek segera sadar akan kekeliruannya selama ini. Gantilah kakek itu berdoa` kepada Allah SWT .

” Ya Allah SWT, baru sekarang aku menghadap-Mu. Aku memohon ssuatu kepada-Mu. Kabulkanlah, ya Allah SWT, permohonanku ini “.

Selesai kakek itu bermunajat kepada Allah SWT, maka sesaat kemudian ia mendengar jawban dari Allah SWT.

” Wahai hamba-Ku, mintalah kamu kepada-Ku, niscaya Aku akan memberimu “.

Waktu para malaikat mendengar jawaban yang diberikan Allah SWT kepada sang kakek, maka gemparlah para malaikat.

” Ya Allah SWT, tujuh puluh tahun lamanya orang itu musyrik dan menyembah berhala. Dan telah tujuh puluh kali pula ia telah memohon kepada berhalanya agar dikabulkan permohonannya, namun itu tidak terjadi. Sekarang, ia baru sekali saja berdoa` kepada-Mu, mengapa Engkau kabulkan permohonannya itu ?”

Mendengar pertanyaan para malaikat itu, maka Allah SWT segera memberi penjelasan.

” Wahai para malaikat, jika berhala yang benda mati itu tidak bisa mengabulkan permohonannya dan Aku-pun juga tidak, lalu dimana letak perbedaannya antara Aku dan berhala itu ?”

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada
Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap
wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-
bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya
pada ayahnya: Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan
badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?” Demikian pertanyaannya,
ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : “Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban
Ayahnya. Anak wanita itu berguman : ” Aku tidak mengerti.”

Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa
penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak
wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya
mengatakan : “Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki.”
Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri
Ibunya lalu bertanya :”Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut
dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi
demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?”

Ibunya menjawab: “Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar
benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.”
Hanya itu jawaban Sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi
dia tetap saja penasaran.

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi
itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas
sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu
rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.

“Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin
keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia
senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa
aman teduh dan terlindungi. “

“Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting
tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup
kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. “

“Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari
sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal
dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali
dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. “

“Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat
dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya
tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya
basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia
relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu
dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan
mengharapkan hasil dari jerih payahnya.”

“Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan
membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya
tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya
keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. “

“Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang
demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi
apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai
perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah
memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya
tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan
kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar
selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara.”

“Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk
memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan &
menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap
Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. &
bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka,
walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap
kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan,
sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi.”

“Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-
laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari &
menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia
& BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai
laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya,
senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap
perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup
keluarganya. “

“Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai
Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan
dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh
laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di
Dunia & Akhirat.”

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut
& berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik
Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu
merengkuh dan mencium telapak tangan Ayanya. ” AKU MENDENGAR &
MERASAKAN BEBANMU, AYAH.”

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang
begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah…
With Love to All Father ” JIKA KAMU MENCINTAI Ayah mu / sekarang merasa
sebagai AYAH KIRIMLAH CERITA INI KEPADA ORANG LAIN, AGAR SELURUH
ORANG DIDUNIA INI DAPAT MENCINTAI DAN MENYAYANGI
AYAHNYA & Dan Mencintai Kita Sebagai Seorang Ayah

Waktu kamu berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu …. sebagai balasannya …. kau menangis sepanjang malam

Waktu kamu berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan, sebagai balasannya …. kamu kabur waktu dia memanggilmu

Waktu kamu berumur 3 tahun, dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang …. sebagai balasannya …. kamu buang piring berisi makananmu ke lantai

Waktu kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna …. sebagai balasannya …. kamu corat coret tembok rumah dan meja makan

Waktu kamu berumur 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah …. sebagai balasannya ….. kamu memakainya bermain di kubangan lumpur

Waktu berumur 6 tahun,dia mengantarmu pergi ke sekolah … sebagai balasannya …. kamu berteriak ” N GGAK MAU ….!”

Waktu berumur 7 tahun,dia membelikanmu bola …. sebagai balasannya kamu melemparkan bola ke jendela tetangga

Waktu berumur 8 tahun,dia memberimu es krim …. sebagai balasannya …. kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu

Waktu kamu berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu, sebagai balasannya …. kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar

Waktu kamu berumur 10 tahun,dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun ….. sebagai balasannya …. kamu melompat keluar mobil tanpa memberi salam

Waktu kamu berumur 11 tahun,dia mengantar kamu dan temen-temen kamu kebioskop …. sebagai balasannya …. kamu minta dia duduk di barisan lain

Waktu kamu berumur 12 tahun,dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang dewasa …. sebagai balasannya …. kamu tunggu sampai dia keluar rumah

Waktukamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya, sebagai balasannya …. kamu bilang dia tidak tahu mode

Waktu kamu berumur 14 tahun,dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan …. sebagai balasannya …. kamu nggak pernah menelponnya

Waktu kamu berumur 15 tahun,pulang kerja dia ingin memelukmu ….
sebagai balasannya …. kamu kunci pintu kamarmu

Waktu kamu berumur 16 tahun,dia mengajari kamu mengemudi mobil …. sebagai balasannya …. kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpamempedulikan kepentingannya

Waktu kamu berumur 17 tahun,dia sedang menunggu telpon yang penting …. sebagai balasannya …. kamu pakai telpon nonstop semalaman

Waktu kamu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA …. sebagai balasannya …. kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi

Waktu kamu berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu
ke kampus pada hari pertama …. sebagai balasannya …. kamu minta
diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama temen-temen

Waktu kamu berumur 20 tahun,dia bertanya “Darimana saja seharian ini?”…. sebagai balasannya ….. kamu menjawab “Ah,
cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang”

Waktu kamu berumur 21 tahun,dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu …. sebagai balasannya …. kamu bilang “Aku nggak mau seperti kamu”

Waktu kamu berumur 22 tahun, dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus
perguruan tinggi …. sebagai balasanmu …. kamu nanya kapan kamu bisa main ke luar negeri

Waktu kamu berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah
barumu …. sebagai balasannya …. kamu ceritain ke temanmu betapa jeleknya furniture itu

Waktu kamu berumur 24 tahun,dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya
tentang rencana di masa depan …. sebagai balasannya ….. kamu mengeluh
“Aduh gimana sih kok bertanya seperti itu”

Waktu kamu berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu ….
sebagai balasannya …. kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km

Waktu kamu berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat
bayimu …. sebagai balasannya …. kamu katakan “Sekarang jamannya sudah beda”

Waktu kamu berumur 40 tahun, dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah
satu saudara dekatmu …. sebagai balasannya kamu jawab “Aku sibuk sekali,
nggak ada waktu”

Waktu kamu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu …. sebagai balasannya …. kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya

dan hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang ….. dan tiba-tiba kamu
teringat semua yang belum pernah kamu lakukan …. dan itu menghantam
HATIMU bagaikan pukulan godam

MAKA ….
JIKA ORANG TUAMU MASIH ADA … BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN PERHATIAN LEBIH DARI YANG PERNAH KAMU BERIKAN SELAMA INI
JIKA ORANG TUAMU SUDAH TIADA …. INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYAYANG TELAH DIBERIKANNYA DENGAN TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU

Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang ditepi sungai. Kata ayah kepada anaknya, “Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tampa air kita semua akan mati”.

Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengarkan percakapan itu dari bawah permukaan air, ia mendadak menjadi gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenag dari hulu sampai ke hilir sungai sambl bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai, tahukah kamu dimana air? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tampa air kehidupan akan mati”.

Ternyata semua ikan tidak mengetahui dimana air itu, si ikan semakin gelisah, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil menanyakan hal yang serupa, “Dimanakah air?”

Jawab ikan sepuh, “Tak usah gelisah anakku, air itu telah ada mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita akan mati”.

Apa arti cerita tersebut bagi kita. Manusia kadang-kadang mengalami situasi seperti si ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagian, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagian sedang melingkupinya sampai-sampai dia tak menyadarinya.

Suatu ketika, ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan, maka, ia bertanya kepada tuhan. “Ya Tuhan, Engkau akamn mengirimku ke bumi. Tapi aku takut, aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku disana?”.

Tuhanpun menjawab. “Diantara semua melaikat-Ku, Aku akan memilih seorang yang khusus untukmu. Dia akan merawat dan mengasihimu”. Si kecil, bertanya lagi, “Tapi, disini, disurga ini, aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyayi”. Semua itu cukup membuatku bahagia. Tuhanpun menjawab, “Tak apa, malaikatmu itu, akan selalu menyenandungkan lagu untukmu, dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia”. Namun si kecil bertanya lagi, “Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai?

Tuhanpun menjawab, “Malaikatmu itu, akan membisikkanmu kata-kata yang paling indah, dia selalu sabar ada disampingmu, dan dengan kasihnya, dia akan mengajarkanmu berbicara bahasa manusia”. Si kecil bertanya lagi, “Lalu, bagaimana jika aku ingin berbicara padamu, ya Tuhan?”

Tuhanpun kembali menjawab, “Malaikatmu itu, akan membimbingmu. Dia akan menengadahkan tangannya bersamamu, dan megajarkanmu untuk berdoa”. Lagi-lagi, si kecil menyelidiki, “Namun, aku mendengar, disana, ada banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku?

Tuhanpun menjawab, “Tenang, malaikatmu, akan terus melindungimu, walaupun nyawanya yang menjadi taruhannya. Dia, sering melupakan kepentingannya sendiri untuk keselamatanmu”. Namun, si kecil kini malah sedih ,”Ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika tak melihat-Mu lagi”.

Tuhan menjawab lagi, “Malaikatmu, akan selalu  mengajarkanmu keagungan-Ku, dan dia akan mendidikmu, bagaimana agar selalu patuh dan taat pada-ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu, Aku akan selalu ada disisimu”.

Hening. Kedamaianpun tetap menerpa surga. Namun, suara-suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup. “Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong, sebutkan  nama malaikat yang akan melindungiku ….”

Tuhanpun kembali menjawab. “Nama malaikatmu tak begitu penting. Kamu akan memanggilnya dengan sebutan IBU ….”

Bisa saya melihat bayi saya?” pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga! Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak elaki itu terisak-isak berkata, “Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh.”

Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Iapun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, “Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?” Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya. Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. “Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya,” kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, “Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia.” kata sang ayah.

Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, “Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku
sama sekali belum membalas kebaikannya.” Ayahnya menjawab, “Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu.” Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, “Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini.”

Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Dihari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah…bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. “Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya,” bisik sang ayah. “Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?” Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat.

Semoga bisa diambil pelajarannya …
persembahanku untuk seseorang yang telah mengajarkanku akan sebuah kasih sayang … ialah IBU … semoga ia kekal dalam kasih-Nya.

Kalau aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.
Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku.

Kalau pakaianku terciprat sup,
kalau aku lupa bagaimana mengikat sepatu,
ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Kalau aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu
yang telah bosan kau dengar,
bersabarlah mendengarkan,
janganlah memutus pembicaraanku.

Ketika kau kecil,
aku selalu harus mengulang cerita
yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tertidur.

Kalau aku memerlukanmu untuk memandikanku,
janganlah marah padaku.
Ingatlah sewaktu kecil aku harus memakai
segala cara untuk membujukmu mandi?

Kalau aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi
dan hal-hal baru, jangan mengejekku.
Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar
menjawab setiap “mengapa” darimu.

Kalau aku tak dapat berjalan,
ulurkanlah tanganmu yang masih kuat untuk memapahku.
Seperti aku memapahmu saat kau
belajar berjalan waktu masih kecil.

Kalau aku seketika melupakan pembicaraan kita,
berilah aku waktu untuk mengingat.
Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting,
asalkan kau disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Kalau kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.
Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika
kamu mulai belajar menjalani kehidupan.
Waktu itu aku memberi petunjuk
bagaimana menjalani kehidupan ini,

Sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.
Beri aku cintamu dan kesabaran,
aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur,
dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu

Next Page »