Religi


Manusia adalah makhluk yang memiliki dua dimensi, jasmani yang bersifat materi dan rohani yang bersifat immaterial. Jasmani memiliki kebutuhan makanan atau minuman guna tetap hidup dan berkembang. Begitu juga rohani agar tetap sehat harus terhindar dari berbagai penyakit. Layaknya jasmani, rohani yang sakit pun butuh seorang dokter rohani. Nabi kita Muhammad Saw adalah sebagai dokter rohani teladan bagi seluruh dokter rohani di dunia ini sepanjang masa.
operasi1
Imam Ali kw, sahabat terdekat Nabi dan sekaligus menantu beliau memperkenalkan bagaimana beliau sebagai dokter rohani itu sebagai berikut: “Nabi adalah ibarat tabib yang berkelana yang telah menyiapkan obat-obatannya dan memanaskan peralatannya. Beliau menggunakannya bilamana timbul keperluan untuk menyembuhkan hati yang buta, telinga yang tuli, dan lidah yang kelu. Beliau menelusuri dengan obatnya tempat-tempat kelalaian dan tempat-tempat kebingungan”.

(Khotbah 107 Nahjul Balaghah Imam Ali bin Thalin as).

Mari kita coba menyelami dan merenungi hal-hal penting yang terkandung dalam deskripsi Imam Ali kw tersebut.

Ada beberapa poin yang dapat dipetik dari penyifatan Imam Ali as terhadap Rasulullah Saw:

1. Para dokter ilahi tidak hanya menerangkan cara untuk menghindari penyakit namun membawa obat untuk mengobati setiap orang yang sakit dan membutuhkannya.

Para nabi dan washi yang mulia tidak hanya memiliki ilmu dan bertugas untuk mengabarkan kepada kita (umat) cara dan langkah-langkah untuk menghindari berbagai penyakit jiwa dan otak, namun juga memikul tanggungjawab untuk mengobati mereka yang telah terjangkit penyakit tersebut. Artinya para Nabi itu bukanlah sekadar duta-duta Allah yang hanya bertugas untuk menerangkan dan mengajarkan kepada manusia berbagai persoalan yang berhubungan dengan akidah dan hukum yang dapat diterima oleh setiap orang yang berada pada kondisi normal dan dapat menjalankan kehidupan yang “logis”. Namun mereka dengan penuh ketulusan juga melakukan pengobatan dan berbagai upaya yang dapat menyembuhkan para pasien yang sedang sakit dan menderita ketidakseimbangan di dalam diri mereka. Semua itu dimulai dari hal yang kecil dan sederhana sampai pada usaha maksimal, yaitu dengan menempelkan besi panas padanya, yang di zaman itu merupakan cara pengobatan terakhir.

2. Para dokter ilahi itu mencari orang yang sedang sakit dan membutuhkannya tidak berpangku tangan dan menunggu orang sakit datang kepadanya.

Banyak para penyembah diri dan pendamba kesenangan pribadi yang menamakan dirinya sebagai dokter ilahi mengatakan: “Kami laksana ka’bah siapa yang membutuhkan kami, maka harus mendatangi kami dan kami tidak memiliki kewajiban untuk mendatangi mereka” padahal banyak di antara manusia yang sakit –baik jasmani lebih-lebih rohani- yang tidak mendatangi dokter karena mereka tidak merasa, bahwa dirinya sedang sakit dan yang demikian itu adalah penyakit yang terparah, dimana seseorang yang sedang sakit namun tidak memiliki kesadaran atas hal itu. Di sini ada sedikit perbedaan antara penyakit jasmani dan rohani, dimana penyakit jasmani yang tidak disadari oleh penyandangnya ada kalanya tidak menyebabkannya lebih parah, karena ia secara psikologis merasa tenang dan penyakitnya tidak bertambah parah bahkan bisa jadi akan sembuh dengan ketenangannya tersebut, namun penyakit rohani tidak demikian. Ia laksana sebuah kotoran yang semakin penyandangnya tidak memberikan perhatian kepadanya, maka ia akan semakin lama semakin menebal dan mengeras, sebab di dalam diri setiap kita selalu berlangsung konflik dan pertarungan antara keberlangsungan ketidakpedulian akan penyakit rohani dengan ajakan dan motivasi yang kuat untuk sadar dan mengakhiri ketidakpedulian tersebut. Dan hasilnya adalah lama-kelamaan hati dan jiwa penyandangnya akan menjadi lebih keras dari batu, seperti firman Allah Swt:

“Kemudian hati kalian menjadi keras laksana batu atau lebih keras darinya”. (QS Al Baqarah 74).

3. Beberapa penyakit dasar (utama) yang banyak ditangani oleh para dokter ilahi Penyakit rohani yang merupakan akibat dari dosa dan maksiat kepada Allah terbagi menjadi dua bagian:

a.Penyakit-penyakit dasar yang merupakan induk dari berbagai penyakit rohani lainnya.
b.Penyakit-penyakit yang merupakan ca­bang dan akibat dari penyakit dasar tersebut.

Amirul mukminin as di dalam hal ini menerangkan tentang berbagai penyakit dasar yang akan menjadi sebab munculnya berbagai penyakit rohani lainnya, yaitu sbb:

1. Buta hati yang akan mengakibatkan telinga menjadi tuli dan lidah menjadi bisu. Penyakit ini benar-benar induk dari berbagai penyakit rohani yang menimpa banyak manusia dengan berbagai tingkatannya. Sungguh suatu hal yang patut disesalkan dan sangat mengkhawatirkan, dimana pemegang kendali dan pengatur diri telah rusak dan terjangkiti dengan penyakit tersebut. Maka semakin ia mendapatkan tambahan wawasan dan ilmu, maka semakin ia bertambah kebutaannya dan tidak bertambah apapun selain kegelapan di atas kegelapan. Diri-diri yang telah terpolusi tersebut tidak akan bertambah apapun selain keakuan dan egonya yang mana dengan penuh keterusterangan ia menarik setiap orang untuk menjadi budak dan pemuas dirinya. Tidak ada kehidupan, kemuliaan, manfaat, kenikmatan, keinginan dan kehendak melainkan kehidupannya, kemuliaannya, manfaatnya, kenikmatannya, keinginannya dan kehendaknya. Jika seseorang telah terjangkiti penyakit tersebut, maka ia akan melahirkan berbagai penyakit lain dan pada saat yang sama tidak akan berpengaruh berbagai upaya dan penerangan seberapapun terangnya cahaya yang akan menyinari­nya. Hal itu laksana seorang buta yang tidak akan dapat berpengaruh baginya cahaya sekuat matahari sekalipun.

2.Penyakit lalai. Penyakit ini juga penyakit yang berbahaya dan merupakan induk berbagai penyakit. Lalai tidak sama dengan ketidaktahuan, karena lalai didahului dengan pengetahuan atau minimalnya adanya potensi untuk mengetahui, sedangkan ketidaktahuan adalah ketika seseorang memang tidak mendapatkan jalan untuk dapat memperoleh pengetahuan. Yang biasa disebut dengan istilah “Qâshir”. Oleh karena itu mereka yang memiliki potensi untuk mendapatkan pengetahuan dan ada jalan untuk meraihnya namun ia tidak melakukannya tidak disebut dengan orang yang tidak tahu, ia disebut sebagai orang yang lalai dan acuh tak acuh yang akhirnya melupakannya. Ini adalah sebuah kegelapan dan bencana yang sulit untuk disembuhkan dan akan melahirkan berbagai penyakit lainnya.

3.Penyakit bingung. Yang dimaksud dengan bingung disini adalah sikap ragu untuk melangkah dan memilih jalan lurus yang akan mengantarkannya kepada tujuan yang semestinya sehingga ia akhirnya meninggalkan jalan tersebut. Penyakit ini adalah penyakit yang paling tidak enak dan paling merusak, dimana dapat menyesatkan manusia dan menyengsarakannya. Semakin seseorang menutup matanya dari pancaran sinar ilahi di alam ini, maka semakin ganaslah penyakit ini menggerogoti dirinya.

Dan akhirnya Amirul mukminin menutup sabdanya dengan mengatakan: “Sungguh mereka laksana binatang ternak dan batu-batu yang keras”.

Dalam perjalanan menuju ketempat kerja, untuk memecah keheningan, sang sopir angkot memutar kaset lagu Rhoma Irama. Lumayan untuk mengisi waktu dalam perjalanan yang memakan waktu sekitar 45 menit.

Tiba-tiba saya jadi teringat akan perjuangan dakwah H. Rhoma Irama melalui lagi dangdutnya. Betapa gigihnya Beliau berjuang untuk menegakkan amar ma`ruf dan mencegah nahi munkar.

Namun kini, seakan gemanya padam sudah, dan yang cukup membuat saya bersedih adalah, ada acara humor di TV yang seakan-akan memperolok Beliau dengan muka dan dandanan yang dibuat mirip. Dan juga menyanyikan lagu Beliau dengan berbagai pelesetannya. Walaupun saya tersenyum dengan tingkah polahnya, namun hati saya menangis, betapa pejuang dakwah dijadikan bahan lelucon.

Dan kebalikannya terjadi, dimana Inul sang tokoh yang berusaha keras dicegah kemungkarannya oleh Beliau. Di acara TV Inul dibela habis-habisan. Inul dianggap pejuang kebebasan ber-ekspresi. Dan juga mungkin dianggap pejuang wanita. Inul begitu dipuja. Ah …kembali hati saya menangis, kenapa kemungkaran kini begitu berkuasa. Dan kebenaran mulai padam.

Begitu pula yang terjadi dengan A`a Gym dengan ceramah-ceramahnya yang begitu dalam memberikan pencerahan agama. Dulu, setiap yang mendengarkan ceramah Beliau bisa meneteskan airma mata. Dan yang hadir bisa mencapai puluhan ribu umat.8858_aa_gym_doknova2

Namun kini seakan cahaya itu padam hanya karena sesuatu yang dianggap salah oleh sebagian orang. Beliau begitu banyak kini yang mencaci dan menghina. Dan bahkan ada pula tokoh humor yang berusaha meniru dandanan dan cara dakwahnya. Namun dengan niat yang berbeda, apalagi kalau tidak memperolok-oloknya supaya penonton tertawa. Sungguh …miris saya melihatnya.

Dan kini film-film barat begitu banyak diminati anak-anaknya muda. Sudah tentu mereka banyak yang tidakpunya filter yang kuat untuk menyaring dampak negatifnya. Saya begitu kaget, ketika seorang teman berkata, setelah ia menonton film barat: “Ternyata setelah diadkan penelitian menonton film porno bisa menyehatkan badan”. Wah..sungguh hebat para pembuat film barat itu ya…bisa membelokkan pola pikir anak muda. Bahwa yang tadinya begitu dilarang sekarang bisa dibuat seakan-akan halal untuk dinikmati.

Apa jadinya negara kita kedepannya nanti … kalau kemaksiatan makin menjadi-jadi, dan para pendakwahnya sudah surut diterkam keberingasan zaman.

twilight

Allah berfirman :

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh…….” [An-Nisa:78]

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. [Al Jumu'ah:8].

Kejadian ini baru saja terjadi pada saudara kita di negeri entah berantah. Pak Herman anggaplah demikian namanya, berencana untuk pergi ke Mamuju untuk suatu keperluan dan ditemani oleh 2 orang tetangganya. Menjelang keberangkatan tiba-tiba saja anak pak Herman, anggap saja namanya Nina berumur 12 tahun, ingin ikut, padahal sebelumnya tidak ada keinginan dari Nina untuk ikut orang tuanya. Karena Nina terus mendesak ingin ikut, akhirnya pak Herman mengajak serta anaknya ikut dalam perjalanan tersebut.

Mereka menumpang Bus yang menuju ke Mamuju. Nina duduk persis dibelakang sopir. Dan Pak Herman duduk pada kursi nomer dua persis di belakang Nina. Entah kenapa pak Herman merasa kepanasan. Akhirnya dia pindah tempat duduk mundur kebelakang ke barisan bsementara pak Herman hanya luka ringan, karena bus bagian tengah tidak begitu terkena hantaman keras akibat tabrakan tersebut. Mereka berusaha menyelamatkan Nina dengan membawanya ke Rumah Sakit di Mamaju. Namun pendarahan di otak sudah parah dan pihak rumah sakit tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Akhirnya pada pukul 3 dini hari Niangku nomer 6 dari depan. Karena jalan lurus Bus melaju dengan kencang, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul Truck dengan kecepatan tinggi pula. Akhirnya tabrakan tak terhindarkan lagi, dan bagian depan bus hancur berantakan.

Nina terluka parah dan tak sadarkan diri,na menghembuskan nafas terakhirnya.

Disini terlihahtlah jelas bagaimana skenario Allah dalam mengatur kematian hambanya. Nina yang tadinya tidak ingin ikut serta, tiba-tiba saja menjelang keberagkatan orangtuanya memaksa ingin ikut. Dan pak Herman yang jelas-jelas duduk pada posisi bangku nomer 2 yang apabila tetap disana dia akan mengalami nasib yang sama dengan anaknya. Namun karena umurnya belumlah sampai, Allah menggerakan hati pak Herman untuk pindah.

Dan benarlah Firman Allah : “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh…….” [An-Nisa:78]

Ternyata dunia tak muda lagi.. Masehi genap 2009 tahun dan Hijriah telah mencapai 1430… Perasaan baru 1419 waktu ku SD, hehe..

akhirnya kita menyadari terlalu tua dan sia-sia kita hidup dengan semua ketidaksiapan dan keteledoran sebagai umat manusia…

Saat ini kita telah memasuki tahun baru Islam 1430 H/tahun baru masehi 2009. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Hari berganti hari, ia berputar menggenapkan hitungan minggu, menyempurnakan bilangan bulan, dan lengkaplah menjadi tahun. Silih berganti seiring pergantian siang dan malam.
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal.”
(QS. Ali Imraan [3]: 191).

Allah SWT ingin menyapa kita dengan ayat-ayat-Nya. Allah ingin mengajari kita dengan tanda-tanda kekuasaan-Nya. Sedemikian Allah sayangnya kepada kita sehingga Dia hamparkan fenomena jagad raya ini sebagai pintu penyadaran akan perwujudan-Nya, keberadaan-Nya, Kekuasaan-Nya, Kerajaan-Nya, dan Ketetapan-Nya. Allah ingin membahasakan akan Diri-Nya kepada kita. Bahwa Dia-lah sesungguhnya yang memliki semua ini. Dialah yang meninggikan langit tanpa tiang. Dialah yang mengedarkan bintang gemintang. Dialah yang menguasai galaksi-galaksi, menetapkan hidup dan mati, menghamparkan bumi, dan menjadikan matahari sebagai pusat tata surya.
“ Demi matahari dan sinarnya di pagi hari”
“ Demi bulan apabila ia mengiringi“
“ Demi siang apabila ia menampakkan diri”
“ Demi malam apabila ia menutupi”
“ Demi langit serta binaannya”
“ Demi bumi serta penghamparannya “
“ Demi jiwa dengan segala penyempurnaan (ciptaann)-Nya”
“Allah mengilhami sukma, keburukan dan kebaikan”
“Beruntunglah siapa yang membersihkannya, rugilah siapa yang mengotorinya”
(QS. As-Syams [91]: 1-10).

Subhanallah. Satu pelajaran yang sungguh indah dan menakjubkan. Sungguh mempesona dan menyadarkan.

Menyadarkan jiwa-jiwa yang telah kelu dengan liku-liku dunia, perhiasan dan permainan yang sekejap sementara.

Menyadarkan hati-hati yang telah kering kerontang dengan debu-debu noktah keputusasaan dan kemaksiatan.

Menyadarkan akal fikiran yang telah terbelenggu dengan kebanggaan diri dan kerdilnya nurani. Menyadarkan akan tingkah yang selama ini justru kita semakin tak mampu membaca ayat-ayat ciptaan-Nya.

Menyadarkan akan hakekat-Nya bahwa Dialah Sang pemilik waktu, penentu batas umur, pemilik kehendak, pengatur takaran rizki, penggenggam taqdir perjalanan hidup ummat manusia.

Allah sesungguhnya hanya ingin menyadarkan dengan ayat ini, dengan bahasa yang sangat sederhana, dengan tanda yang ada di depan kelopak mata kita; wahtilaafil laili wan nahaari, pergantian malam dan siang, hingga menjadi perubahan hari demi hari, pergantian bulan dan semakin bertambahnya angka-angka bilangan tahun, agar kita bisa melihat langsung, merasakan tanpa perantara dan penghubung, yang setiap hari mendetakkan hati dan fikiran untuk merenung, tanda-tanda untuk bisa dan mudah kita baca. Kita baca dari tulisan ayat-Nya yang tersurat dan tersirat. Kita baca dengan nama Allah yang menciptakan semua ini.

Iqra’!. (=bacalah), bismirabbikalladzii khalaq (=dengan nama Tuhan-Mu Yang menciptakan). (QS. Al-Alaq [96]: 1]

Bacalah. Bacalah dengan nama Tuhan-Mu.

Renungkanlah. Renungkanlah dalam batas kefitrahan jiwamu.

Fikirkanlah. Fikirkanlah dengan kejernihan akalmu.

Sadarilah. Sadarilah bersama kekuatan hatimu.

Agar ayat-ayat ini membuka tabir akan hakekat diri-dirimu. Karena Tuhan-mu itu akan engkau tahu jika engkau tahu pula tentang dirimu. Man arrafa nafsahu arafa rabbahu. Ingatlah ungkapan Hatim Al Asham Rahimahullah, “Sesungguhnya Allah tidak melihat tua dan muda kalian. Tapi Allah memandang siapa diantara kalian yang paling mengenal-Nya. Maka kenalilah Allah dan bertawakallah kepada-Nya”. Ingatlah pula perkataan Ibnul Jauzi dalam Shaidu al Khathir, “Ketauhilah bahwa jalan menuju Allah tidak ditempuh dengan langkah-langkah kaki, melainkan ditempuh dengan hati.”

Saudaraku,
Pergantian tahun kali ini sejatinya adalah bagian yang tak terpisahkan dari takdir ketetapan ilahi. Memaknakan tentang takdir kita yang telah ditetapkan bahwa kita masih diberi umur, walaupun jika umur kita hanya sampai saat ini, sampai detik ini. Pergantian tahun menjadi bagian yang tak terpisahkan dari diskursus tentang waktu, tentang umur dan kesempatan kita, tentang nilai-nilai kita, prestasi-prestasi kita –bukan sekedar di hadapan manusia-, tetapi tentang prestasi kita di hadapan Allah Azza Wajalla Yang Maha Menatap dan Melihat setiap saat. Menilai dan mencatat setiap gerak bahkan gerak hati kita. Sebab seorang yang beriman ia menatap fenomena dengan pandangan keimanan.

Bukan dengan nafsu syaithani, bahkan dengan hinanya birahi, bukan pula dengan kesombongan dan keangkuhan, kemewahan dan kesia-siaan, bahkan kemaksiyatan dan tingkah durjana.
Seorang yang shalih ia akan memandang pergantian siang dan malam, pergantian tahun demi tahun ini, dengan kedalaman hatinya. Hati yang fitri dan bersinar terang. Laksana mentari yang menyinarinya menapak dan berjalan. Sehingga ia akan semakin mendekat dan merapat kepada Yang Maha Melihat. Bukan dengan tanpa arti, tanpa makna, tanpa ilmu dan tanpa hikmah. Ia akan semakin memahami tentang makna hidup, makna waktu, makna umur, dan makna nilai-nilai serta prestasi-prestasi kita. Karena yang bisa memahami hanyalah hati dengan bimbingan Rabbani.

Dari hati yang bersemayam ma’rifah (menganal Allah) itulah, ia akan menghembuskan energi keyakinan yang kokoh dan dahsyat. Keyakinan tentang perjalanan-perjalanannya menuju negeri yang kekal nan abadi. Keyakina tentang arah dan tujuan hidup ini. Keyakinan tentang mengapa kita ada. Keyakina tentang siapa yang membuat kita ada. Tentang perjalanan selama kita ini ada, dari tak ada menjadi ada, dari tak bisa apa-apa menjadi bisa apa-apa. Dari tak punya apa-apa menjadi punya apa-apa. Dari tak mampu apa-apa menjani bisa berpuat apa saja.

Inilah keyakinan. Buah dari mengenal Allah dengan wasilah (perantara) tanda-tanda fakta penciptaan-Nya. Dan hari ini adalah bagian dari tanda-tanda yang Allah gariskan itu. Pergantian tahun adalah bagian dari tanda-tanda-Nya. Tanda-tanda inilah yang membuat kita bisa mengenal. Mengenal diri kita, mengenal perjalanan usia kita, mengenal yang mencipta kita dan meyakininya. Sebagaimana keyakina Nabi Musa AS ketika berjumpa Khaliq-Nya di Bukit Thursina, atau keyakinan Nabiyullah Ibrahim AS ketika menyaksikan empat burung dara dicincang dan hidup kembali atas perintah dan kehendah Allah. Atau keyakinan Baginda Nabi Muhammad SAW ketika dikukuhkan kenabian di Gua Hira di malam nuzulnya Al-Qur’an.

Kenalilah Hidupmu ini sebagai Sebuah Perjalanan Hijrah
Sekarang, mari kita mulai memaknakan perjalanan hijrah ini. Sebagaimana kedalaman makna dan kedalaman rahasia mengapa ketetapan Tahun baru Islam dimulakan dari kisah monumental tahun peristiwa hijrah nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah Al-Munawwarah. Mengapa bukan tahun kelahiran Nabi SAW, mengapa bukan tahun saat didaulat menjadi Nabi?, atau mengapa bukan pada saat Al-Qur’an pertama kali nuzul?, Atau terjadinya Perang Badar Kubro? Atau pada saat Futtuh Makkah (pembebasan kota Makkah). Umar bin Khaththab RA sebagai khalifah kedua waktu itu menyimpulkan bahwa karena peristiwa hijrah Nabi inilah sesungguhnya momentum terbesar dimana ummat Islam menjadi sebuah kesatuan yang berdaulat menjadi sebuah kekhilafahan yang utuh dan diakui secara hukum internasional.

Sekarang, mari kita lebih fokus dan lebih mendalami tentang hijrah kita, karena peristiwa hijrah sarat dengan inthiqal (perpindahan), erat kaitannya dengan perpindahan, perbaikan, kuat hubungannya dengan perubahan menuju ke arah yang lebih baik. Hijrah berarti perpindahan dari kebiasaan mengkufuri nikmat-nikmat Allah menjadi hidup yang berbingkai syukur.

Hijrah meninggalkan kekufuran menjadi keimanan, Hijrah berarti meninggalkan syirik menuju tauhid (hanya menunggalkan Allah), pindah dari kehidupan jahili kea rah yang islami, hijrah juga berarti perpindahan dari sifat-sifat munafik, plin-plan, mencla-mencle, inkonsistensi menjadi istiqamah, lurus dan berpegang teguh pada nilai-nilai kebenaran. Hijrah juga berarti berkomitmen kuat pada nilai kebenaran dan menjauhkan, meninggalkan kebatilan. Hijrah berarti meninggalkan apa saja bentuk-bentuk perbuatan, makanan, pakaian yang haram menjadi hidup yang bertabur kehalalan thayyiba. Dan hijrah adalah meninggalkan dan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan maksiyat menuju ketaatan hanya kepada Allah SWT. Tinggalkan kedengkian, tinggalkan kemunafikan, tinggalkan korupsi, saling menjatuhkan sesama orang beriman, saling menghujat, tinggalkan kebodohan, kesia-siaan, tinggalkan kebiasaan hidup menjadi beban, tinggalkan kebohongan. Tinggalkan. Pergilah. Pergilah menuju perbaikan dan perubahan.

Bagai sang musafir di padang perjalanannya, kita semua ini adalah sang musafir kelana. Bahkan kita saat ini sedang di tengah-tengah perjalanan safar. Sebagaimana Rasulullah ungkapkan dalam haditsnya yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Ibnu Umar :
“ kun fid dunya ka annaka ghoriibun au ‘aabiri sabiili.”
Jadilah kalian di dunia ini sebagaimanan orang yang terasing atau bagai engkau dalam perjalanan musafir.

Bila kita sudah mempersiapkan diri untuk memulai berhijrah, berjalan, berpindah dan berubah. Kita akan menelusuri perjalanan hidup, hidup di jalan dakwah, perjalanan yang panjang dan berliku. Sebab itu ia harus senantiasa bergerak, tidak stagnan dan statis.Karena stagnan adalah gambaran kelemahan, bukti kita tak berdaya, dan pertanda kita tak mampu berkontribusi. Padahal Allah telah melengkapi seluruh instrument diri kita ini untuk siap berlomba, untuk menjadi juara, siap untuk menjadi pembelajar, petarung dan pemenang. Tidak ada yang indah pada sesuatu yang stagnan itu. Bergerak merupakan bentuk harmonisasi penciptaan yang luar biasa, sebagaimana harmonisasi beredarnya bintang gemintang, beredarnya bumi dan bulan. Sejenak saja kita berhenti melakukan perubahan dan perbaikan maka kita sedang menuju kehancuran. Dan ketika niat perjalanan ini telah dipancangkan, azzam (tekad) hijrah ini telah dikumandangkan. Maka bersiap-siaplah.
1. Arahkan tujuannya, pancangkan kemana akan pergi berhijrah. faina tadzhabuun (kemana engkau akan pergi). Pergilah menuju perbaikan, pergilah ke arah ketaatan, keimanan, keislaman, kebenaran, keadilah & kesejahteraan. Berangkatlah menuju kejujuran dan istiqamah. Pergilah menuju pemilik Kebenaran itu, berangkatlah menuju Yang Maha Adil. Pergilah menuju sumber ketenangan & sumber kesejahteraan. Pergilah kepada Al-Haqq, Al-Mudabbir (Yang Maha Mengatur), Ar-Rahman (Yang Maha Penyayang). Pergilah menuju kepada-Nya. Pergilah menuju Allah!….
2. Jangan kehabisan bekal. Itu pasti. Kita butuh bekalan. Perjalanan ini panjang dan menorehkan ragam romantika, ragam pesona, bahkan ragam duri-duri dan cobaan. Hidup kita ini tidak pernah keluar dari beberapa keadaan; nikmat dan karunia yang melahirkan syukur, musaibah dan bencana yang menuntut kita sabar. Hidup ini tidak lepas dari bentuk anugerah, ujian, cobaan bahkan peringatan dan adzab. Tidak ada bekalan yang layak melainkan bekalan keimanan dan ketaqwaan.
Watazawwaduu wainna khoiroz zaadi at-Taqwaa. Fattaquuni yaa ulil albaab.
“Dan berbekallah, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal itu adalah taqwa. Dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.”
3. Hati-hati ada perampok jalanan. Ia akan menghabisi bekalan kita tanpa belas kasihan. Tanpa ampun. Bahkan nyaris menjadikan manusia tidak lagi melanjutkan perjalanannya. Ia ada di sekeliling kita. Bahkan ada dalam diri kita. Renungkanlah baik-baik ungkapan Rasulullah SAW di tengah-tengah para sahabatnya:
“Bahwasanya Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat: Tahukah kalian siap sesungguhnya orang-orang yang bangkrut/merugi itu?. Sahabat menjawab: ‘Orang yang rugi itu adalah diantara kita yang tidak memiliki dirham dan perhiasan’. Maka RAsulullah bersabda: ‘Sesungguhnya orang-orang yang rugi itu adalah mereka yang datang pada hari kiamat dengan pahala shalatnya, puasa, zakat. Tetapi ia mencela, menuduh, memakan harta/kerupsi,, menunpahkan darah, memukul, akhirnya ia berikan kebaikann demi kebaikan itu untuk menebusnya hingga kebaikan itu sirna, lalu diberikanlah dosa-dosa mereka hingga kemudian ia dilemparkan ke dalam api yang menyala-nyala”.
(HR. Muslim dari Abu Hurairah RA)
4. Jangan terlena di tempat Istirahat. Memang perjalanan ini adakalanya kita mesti singgah. Ada peristirahatan-peristirahatan untuk sejenak kita duduk dan berbaring. Menikmati hidangan, menatap pemandangan. Dan sungguh pemandangan dunia ini teramat mempesonakan. Harta, wanita, jabatan dan popularitas. Tetapi ingatlah bahwa dunia ini bisa melalaikan, meninabobokkan.
5. Awas Tertinggal rombongan. Perjalanan kita hijrah ini bagai kafilah musafir. Perubahan kita membutuhkan peran-peran kesolehan sahabat dan teman kita yang lain. Jangan pernah lepas dari kafilah ini. Sebab kekuatan pembekalan ini dipengaruhi pula oleh kekuatan kebersamaan kita. Kita tidk bisa sendirian. Kita butuh berjamaah.
“bergabunglah kalian dalam kafilah jamaah, karena sesungguhnya serigala itu akan menerkam domba yang sendirian.

andai kami tahu ini Ramadhan terakhir..

tentu kami akan melaksanakan sholat di awal waktu

sholat yang dikerjakan.. .sungguh khusyuk lagi tawadhu’

tubuh dan qalbu…bersatu memperhamba diri

menghadap Rabbul Jalil… menangisi kecurangan janji

“innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil ‘alamin”

[sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku...

kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan seru sekalian alam]

andai kami tahu ini Ramadhan terakhir..

tidak akan kami sia siakan walau sesaat yang berlalu

setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja

di setiap kesempatan juga masa yang terluang

alunan Al-Quran bakal kami dendang…bakal kami syairkan

andai kami tahu ini Ramadhan terakhir..

tentu malam kami sibukkan dengan

berqiamullail. ..bertahajjud. ..

mengadu…merintih. ..meminta belas kasih

“sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU

tapi…aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU”

andai kami tahu ini Ramadhan terakhir..

tentu kita tak akan melupakan mereka yang tersayang

mari kita meriahkan Ramadhan

kami buru…kami cari…suatu malam idaman

yang lebih baik dari seribu bulan

andai kami tahu ini Ramadhan terakhir..

tentu kami bakal menyediakan batin dan zahir

mempersiap diri…rohani dan jasmani

menanti-nanti jemputan Izrail

di kiri dan kanan …lorong-lorong ridha Ar-Rahman

Duhai Ilahi….

andai ini Ramadhan terakhir buat kami

jadikanlah Ramadhan ini paling berarti…paling berseri…

menerangi kegelapan hati kami

menyeru ke jalan menuju ridho seserta kasih sayangMu Ya Ilahi

semoga bakal mewarnai kehidupan kami di sana nanti

Namun teman…

tak akan ada manusia yang bakal mengetahui

apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali bagi diri kita

yang mampu bagi seorang hamba itu hanyalah

berusaha…bersedia …meminta belas-NYA

Ramadhan yang penuh kelimpahan kebaikan dan keutamaan,
akan dapat dirasakan dan diraih ketika ilmu tentang Ramadhan dipahami
dengan baik.

Bayangkan, para generasi awal Islam sangat merindukan bertemu dengan
bulan suci ini. Mereka berdo’a selama enam bulan sebelum kedatangannya
agar mereka dipanjangkan umurnya sehingga bertemu dengan Ramadhan. Saat
Ramadhan tiba, mereka sungguh-sungguh meraih kebaikan dan keuataman
Ramadhan. Dan ketika mereka berpisah dengan Ramadhan, mereka berdo’a
selama enam bulan setelahnya, agar kesungguhannya diterima Allah swt.
Kerinduan itu ada pada diri mereka, karena mereka sadar dan paham betul
keutamaan dan keistimewaan Ramadhan.

Bagaimana menyambut bulan Ramadhan? Berikut kami hadirkan “8 Tips Sambut
Ramadhan” :

1. Berdoa agar Allah swt. memberikan umur panjang kepada kita sehingga
kita berjumpa dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat. Dengan keadaan
sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal: Puasa, shalat,
tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah
saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii
rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan. Ya Allah, berkahilah kami pada
bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadan.” (HR.
Ahmad dan Tabrani)

2. Pujilah Allah swt. karena Ramadhan telah diberikan kembali kepada
kita. Imam An Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata: ”Dianjurkan bagi
setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya
keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji
Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara
nikmat terbesar yang diberikan Allah swt. kepada seorang hamba adalah
ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan.

3. Bergembira dengan datangannya bulan Ramadhan. Rasulullah saw. selalu
memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya setiap kali datang bulan
Ramadhan: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh
berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan
itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.”
(HR. Ahmad).

4. Rencanakan agenda kegiatan harian untuk mendapatkan manfaat sebesar
mungkin dari bulan Ramadhan. Ramadhan sangat singkat, karena itu, isi
setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan
diri, dan mendekatkan diri kepada Allah swt.

5. Kuatkan azam, bulatkan tekad untuk mengisi waktu-waktu Ramadhan
dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah swt., maka Allah swt.
akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya
melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar
terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.”
Muhamad:21.

6. Pahami fiqh Ramadhan. Setiap mukmin wajib hukumnya beribadah dengan
dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum
Ramadhan datang agar amaliyah Ramadhan kita benar dan diterima oleh
Allah swt. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada
mengetahu.” Al-Anbiyaa’ ayat 7.

7. Kondisikan qalbu dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses
tadzkiyatun- nafs –pemberishan jiwa-. Hadiri majelis ilmu yang membahas
tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental, dan
jiwa kita siap untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah swt. di bulan
Ramadhan.

8. Tinggalkan dosa dan maksiat. Isi Ramadhan dengan membuka lembaran
baru yang bersih. Lembaran baru kepada Allah, dengan taubat yang
sebenarnya taubatan nashuha. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada
Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” An-Nur:31.
Lembaran baru kepada Muhammad saw., dengan menjalankan sunnah-sunnahnya
dan melanjutkan risalah dakwahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan
karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahim. Kepada
masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka.
Sebab, “Manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi
orang lain.”

Semoga Allah swt. memanjangkan umur kita sehingga berjumpa dengan
Ramadhan. Dan selamat meraih kebaikan-kebaikanny a. Amin ya Rabbana.
Allahu a’lam (io)

Ubadah bin Shamid r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah berfirman: Apabila hamba-Ku senang untuk bertemu dengan-Ku, Aku juga senang untuk bertemu dengannya. Dan jika dia tidak suka untuk bertemu dengan-Ku, Aku juga tidak suka untuk bertemu dengannya.” (HR. Bukhari, hadits shahih)

Ubadah bin Shamid r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa senang untuk bertemu dengan Allah, maka Allah juga senang untuk bertemu dengannya. Dan barangsiapa tidak senang untuk bertemu dengan Allah, maka Allah juga tidak senang untuk bertemu dengannya.”

Aisyah –salah seorang istri Nabi saw.—bertanya, “Kita membenci kematian.” Nabi saw. bersabda, “Bukan itu yang aku maksud, melainkan orang mukmin ketika dijemput oleh kematian, ia mendapatkan kabar gembira bahwa ia memperoleh ridha dan karamah Allah, maka tidak ada sesuatu yang lebih ia sukai daripada apa yang ada di hadapannya sehingga ia amat senang untuk bertemu dengan Allah. Allah pun senang untuk bertemu dengannya. Adapun orang kafir ketika dijemput oleh kematian, maka ia mendapatkan kabar gembira bahwa ia akan mendapatkan azab dan siksa Allah, maka tidak sesuatu yang paling ia benci daripada apa yang ada di hadapannya sehingga ia tidak senang untuk bertemu dengan Allah. Allah pun tidak senang untuk bertemu dengannya.” (HR. Bukhari, hadits shahih)

Abu Musa al-Asy’ari r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa senang untuk bertemu dengan Allah, maka Allah juga senang untuk bertemu dengannya. Dan barangsiapa tidak senang untuk bertemu dengan Allah, maka Allah juga tidak senang untuk bertemu dengannya.” (HR. Bukhari, hadits shahih)

Aisyah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa senang untuk bertemu dengan Allah, niscaya Allah juga senang untuk bertemu dengannya. Dan barangsiapa tidak senang untuk bertemu dengan Allah, niscaya Allah juga tidak senang untuk bertemu dengannya. Kematian itu datang sebelum (seseorang) bertemu Allah.” (HR. Muslim, hadits shahih)

Aisyah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa senang untuk bertemu dengan Allah, maka Allah juga senang untuk bertemu dengannya. Dan barangsiapa benci untuk bertemu dengan Allah, maka Allah juga benci untuk bertemu dengannya.” Aku bertanya, “Wahai Nabi Allah, apakah –yang dimaksud dengan benci untuk bertemu dengan Allah adalah—membenci kematian? Setiap kita membenci kematian.”

Nabi menjawab, “Bukan seperti itu, melainkan orang mukmin ketika mendapatkan kabar gembira bahwa ia memperoleh rahmat, ridha, dan surga Allah, maka ia senang untuk bertemu dengan Allah. Alah pun senang untuk bertemu dengannya. Adapun orang kafir ketika mendapatkan kabar gembira bahwa ia akan mendapatkan azab dan murka Allah, maka ia benci untuk bertemu dengan Allah. Allah pun benci untuk bertemu dengannya.” (HR. Muslim, hadits shahih)

Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah swt. berfirman: Apabila hamba-Ku senang untuk bertemu dengan-Ku, Aku pun senang untuk bertemu dengannya. Dan jika dia tidak suka untuk bertemu dengan-Ku, Aku pun tidak suka untuk bertemu dengannya.” (HR. Imam Malik, hadits shahih)

Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Malaikat Maut diutus untuk mencabut nyawa Nabi Musa a.s. Ketika Malaikat Maut tiba di hadapan Nabi Musa, Nabi Musa langsung memukul mata Malaikat Maut. Kemudian Malaikat Maut kembali menghadap Tuhannya seraya berkata, ‘Engkau mengutusku kepada seorang hamba yang tidak mau mati.’ Allah berkata, ‘Kembalilah dan katakan kepadanya agar ia meletakkan tangannya pada bulu sapi jantan. Maka setiap helai bulu yang ditutupi oleh tangannya berarti satu tahun.’ Musa berkata, ‘Wahai Tuhan, setelah itu?’ Allah menjawab, ‘Kematian.’ Musa berkata, ‘Saat iniah waktu kematian itu.’ Kemudian Musa memohon kepada Allah agar ia dimakamkan di dekat Baitul Maqdis, sejauh lemparan batu.’” Abu Hurairah berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Seandainya aku berada di sana, aku pasti akan memperlihatkan kepada kalian kuburannya yang terletak di samping jalan di kaki bukit berpasir merah.’” (HR. Bukhari, hadits shahih)

Suatu ketika, beberapa anak mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Ahmad. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Ahmad lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 “pembalap” kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.

Namun, sesaat sebelum mulai, Ahmad meminta waktu sebentar untuk berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan tang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, “Ya, aku siap!”.

Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. “Ayo..ayo… cepat..cepat, maju..maju”, begitu teriak mereka. Ahha…sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Ahmad lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Ahmad. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. “Alhamdulillah, terima kasih.” 

Saat pembagian piala tiba. Ahmad maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. “Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Allah swt agar kamu menang, bukan?”. Ahmad terdiam. “Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan” kata Ahmad. 

Ia lalu melanjutkan, “Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Allah swt untuk menolongmu mengalahkan saudaramu yang lain. “Aku, hanya bermohon pada Allah swt, supaya aku tak menangis, jika aku kalah.” 
Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

Berikut tanda tanda kecil kiamat yang menakjubkan (bukan tanda besar), cuman tak tulis tanda yang unik (tanda tanda yang lain yang udah sering kita dengar semisal legalisasi Zina, perempuan seperti laki lai dll ) tidak saya tuliskan

  1. Menggembungnya bulan telah bersabda Rasulullah saw : ” di antara sudah mendekatnya kiamat ialah menggembungnya bulan sabit(awal bulan) ” dishahihkan� AlBaani di Ash Shahihah nomor 2292 dalam riwayat yang lain dikatakan “di antara sudah dekatnya hari kiamat ialah bahwa orang akan melihat bulan sabit seperti sebelumnya, maka orang akan mengatakan satu bentuk darinya untuk dua malam dan masjid akan dijadikan tempat untuk jalan jalan serta meluasnya mati mendadak” (Ash Shahiihah AlBani 2292)

    Menakjubkan … satu bulan sabit dihitung dua kali !!!, sekarang ummat islam hampir selalu bertengkar menentukan bulan sabit untuk ramadhan, syawal dan idhul adha .. antar ru’yat tidak sama cara melihatnya , antar hisab berbeda cara menghitungnya …. shodaqo rasuuhul kariim

  2. Tersebarnya banyak pasar rasuluillah bersabda : “Kiamat hampir saja akan berdiri apabila sudah banyak perbuatan bohong, masa(waktu) akan terasa cepat dan pasar pasar akan berdekatan (karena saking banyaknya)” (sahih Ibnu Hibban)

    Lihatlah sekarang, pasar ada dimana mana, mall semakin banyak, supermarket di mana mana ….

  3. Wanita ikut bekerja seperti laki laki rasulullah bersabda : “pada pintu gerbang kiamat orang2 hanya akan mengucapkan salam kepada orang yang khusus(dikenal) saja dan berkembangnya perniagaan sehingga wanita ikut seperti suaminya (bekerja/berdagang) ” Hadist Shahih lighairihi Ahmad

    Sekarang karena emansipasi wanita, wanita yang bekerja sudah banyak betul … shodaqo rasuuhul kariim

  4. Banyaknya Polisi rasululah bersabda : “bersegeralah kamu melakukan amal shalih sebelum datang 6 perkara : pemerintahan orang orang jahil, banyaknya polisi, penjual belian HUKUM atau JABATAN, memandang remeh terhadap darah, pemutusan silaturrahim, adanya manusia yang menjadikan al qir’an sebagai seruling dimana mereka menunjuk seorang imam untuk sholat jamaah agar ia dapat menyaksikan keindahannya dalam membaca Al QUr’an meskipun ia paling sedikit ke-Faqihannya. “ Musnad Ahmad, At Thabrani, Ash Shaihhah AlBani 979
  5. Manusia akan bermegah megah dalam membangun masjid rasulullah bersabda “tidak akan beridir kiamat hingga mansia berbangga bangga dengan masjid” (hadist sahih musnad Ahmad3:134,145, An Nasa’i 2:32, Abu Dawud 449,Ibnu Majah 779) padahal rasulullah dilain tempat berkata “saya tidak diutus untuk menjulangkan masjid masjid” (sahih sunan abu dawud:448)

    subhanallah, masjid masjid seakarang megah betul .. indah benar

  6. Menjadi pengikut tradisi Yahudi dan Nasrani telah berkata rasulullah : “Sungguh kamu akan mengikuti jalan hidup orang orang sebelum kamu,sejengkal demi sejengkal , sehasta demi sehasta (tanpa berbeda sedikitpun) sehingga walaupun mereka masuk ke lubang biawak, maka kamu akan masuk juga” Sahabat bertanya : wahai rasulullah, apakah kaum yang akan kami ikuti tersebut adalah kaum Yahudi dan Nasrani ?, maka Nabi menjawab : Siapa Lagi (kalau bukan mereka) ?

    shodaqo rasuuhul kariim … ummat sudah menjadi pengikut barat … peringatan tahun baru, valentin day, peringatan ulang tahun, pengagum demokrasi, HAM, hukum positif dan sebagainya …
  7. Irak diboikot dan makanan ditahan darinya rasulullah bersabda : “hampir saja tidak boleh dibawa makanan ke negeri Irak secupak(qafizh) makanan atau sebuah dirham, kami(sahabat) bertanya Orang orang ajam(non arab) kah yang melakukan ini ? kemudian beliau berkata : “hampir saja tidak dibawa makanan atau sebuah dinar kepada penduduk syam(palestina, syiria , libanon , yordandan sekitarnya) kemudian sahabat bertanya “siap ayang melakukan itu ya rasulullah ? ” orang orang RUM(Romawi : Amerika-Eropa)

    Sebenarnya ini adalah tanda yang paling menakjubkan, karena sampai sekarang irak telah diboikot oleh Amerika semenjak perang teluk dan syam telah menderita kekuarangan makanan, palestina di jajah israel yahudi ..dan .. setelah terkepungnya irak dan syam ini .. dan setelah terjadinya peperangan dhasyat di PALESTINA maka akan muncullah tanda tanda besar kiamat berupa munculnya Imam Mahdi, Keluarnya Dajjal dan turunnya Isa Al Masih
  8. Turki akan memerangi Irak rasulullah bersabda : “sekelompok manusia dari ummatku akan turun di suatu dataran rendah yang mereka namakan dengan Bashrah pada tepi suatu sungai yang bernama Dajlah. Dan apabila telah datang akhir zaman datangkah Bani Qanthura (mereka adalah orang orang turki) yang bermuka lebar dan bermata kecil sehingga mereka turun pada tepi sungai itu, maka terpecahlah penduduknya menjadi 3 kelompok, yang satu sibuk mengikuti ekor ekor sapi mereka(sibuk mengurusi harta benda) dan mereka akan hancur, dan satu kelompok dari mereka akan memperhatikan diri mereka sendiri dan mereka itu telah kafir, dan satu kelompok dari mereka akan menjadikan anak cucu mereka di belakang mereka kemudian mereka berperang, itulah para syuhada” (hadits hasan diriwayatkan Ahmad dan Abu Dawud(4138)

    Pada bulan mei 1997 dahulu orang orang turki telah mulai memancing mancing permusuhan dengan irak dan mereka membangkitkan masalah masalah yang dibuat buat sekitar masalah air di sungai Eufrat dan orang orang turki itu membuat kesepakatan dengan orang orang israel dan amerika dan melakukan latihan militer bersama dengan tujuan penyerangan irak, iran dan syiria, dan waktu itu juga Turki menyerang bagian irak utara dengan alasan untuk menghjajar suku kurdi .. kita tunggu saja apa yang akan terjadi nanti ..

  9. Bumi Arab akan kembali menjadi kebun kebun dan sungai sungai telah bersabda rasulullah : “tidak akan berdiri hari kiamat hingga harta aakan banyak melimpah dan sehingga bumi arab kembali menjadi kebun kebun dan sungai sungai “ � (Ahmad dan Muslim)

    Dan negeri arab saat ini telah menjadi kebun !! dan banyak nya sungai .. didaerah tha’if bahkan telah turun butiran es dan musim haji kemarin susuhu dingin kira kira 5 derajat celcius … tidak lagi panas

  10. Peperangan dengan Yahudi : tidak terjadi kiamat hingga oranng orang berperagn dengan� Yahudi, dan orang orang Yahudi bersembunyi dibawah batu dan pohon, lalu batu dan pohon itu berkata kepada orang orang islam ” di sini ada Yahudi, maka bunuhlah ia” (Fathul Bari’, Al Manaqib, Al Hafiz Ibnu Hajar)

Bagi seorang muslim, Kiamat (Hari Akhir) merupakan salah satu rukun iman yang mesti dipercaya. Tidak disebut seorang muslim, hingga dia mempercayai keberadaan dan kedatangan hari akhir…baik dia akan saksikan kedatangan hari akhir tersebut maupun tidak (karena sudah meninggal terlebih dahulu).

Setelah hari akhir ini kelak, SEMUA manusia akan dibangkitkan, dari jaman nabi Adam as hingga manusia terakhir yang dilahirkan….termasuk kita, para pembaca blog ini. Semua manusia akan dikumpulkan di padang Makhsyar, sebuah tempat yang teramat luas, yang akan diadili dan dihisab sesuai amal perbuatan masing-masing.

Di saat itu, manusia akan terbagi menjadi 2, manusia yang beruntung dan manusia yang merugi. Yang dimaksud dengan manusia beruntung adalah manusia yang menerima kitab hasil hisabnya dengan tangan kanannya. Sebaliknya, manusia yg merugi adalah manusia yang kitab hasil hisabnya diberikan dg tangan kiri. Semoga kita termasuk kelompok manusia yang beruntung. Aamiin.

Kembali ke masalah kiamat

“Kapan terjadinya kiamat?”
Merupakan sebuah kalimat yang sering diungkapkan/dipertanyakan, tidak saja oleh kita, orang-orang jaman kini…namun, sejak jaman Rasululloh SAW pun, sahabat dan umat beliau sudah bertanya tentang hal ini. Motivasi mereka jelas, bersiap menghadapi kedatangan hari yang SANGAT MENGERIKAN INI.

Rasululloh SAW sendiri menjawab bahwa beliau TIDAK DIBERITAHU (dengan pasti) oleh ALLOH SWT kapan terjadinya kiamat itu. Hal ini tercantum di:
- Surat Al A’raaf(7):187,“Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.”

- Al Mulk(67):26,“Katakanlah: “Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan”.”

ALLOH SWT sendiri menyatakan bahwa DIA MERAHASIAKAN kapan terjadinya kiamat, sebagaimana dinyatakan di Thahaa(20):15,“Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.”

Kengerian hari kiamat, sudah ALLOH SWT cantumkan di Al Qur’an…selain di Al A’raaf(7):187 yg ada di atas…juga di beberapa ayat lainnya, seperti:
- Thahaa(20):105,“Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah: “Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya,”

- Saba(34):51,“Dan (alangkah hebatnya) jika kamu melihat ketika mereka (orang-orang kafir) terperanjat ketakutan (pada hari kiamat); maka mereka tidak dapat melepaskan diri dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk dibawa ke neraka).”

- Al Qamar(54):46,“Sebenarnya hari kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.”

- Al Waqi’ah(56):1-6,“Apabila terjadi hari kiamat, – terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal). – (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), – apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, – dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya,”

- Al Haaqqaah(69):1-8, 13-16,“Hari kiamat, – apakah hari kiamat itu? – Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu? – Kaum Tsamud dan Ad telah mendustakan hari kiamat. – Adapun kaum Tsamud maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa, – Adapun kaum Ad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, – yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). – Maka kamu tidak melihat seorang pun yang tinggal di antara mereka. === Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, – dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. – Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat, – dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah.”

Hari Kiamat pasti datang:
- Ad Dukhaan(44):40,“Sesungguhnya hari keputusan (hari kiamat) itu adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya,”

- Muhammad(47):18,“Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang?”

- Asy Syura(42):18,“Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya kiamat itu benar-benar dalam kesesatan yang jauh.”

- Al Mu’min(40)59,“Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman.”

“Ok…kiamat pasti datang, tapi kapan?”

Seperti yg aku tulis di atas, TIDAK ADA KETERANGAN KAPAN KEPASTIAN WAKTU-nya. Bahkan, Rasululloh SAW sendiri juga menyatakan TIDAK TAHU dan TIDAK DIBERI TAHU OLEH ALLOH SWT. Al Mulk(67):26,“Katakanlah: “Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan”.”

“Nah, kemarin, ada beberapa ilmuwan yg menyatakan bahwa bumi akan kiamat tahun sekian…sekian… Berarti Ilmuwan lebih hebat dari Rasululloh SAW, dong? Karena ilmuwan bisa memperkirakan kapan kiamat terjadi. Berarti Rasululloh SAW nabi palsu?”

Ya jelas bukan begitu…

Hasil penelitian ilmuwan-ilmuwan, jelas merupakan LOGIKA…sedangkan KIAMAT TIDAK BISA DIJANGKAU OLEH LOGIKA…sama halnya dengan banyak ibadah dan hal-hal lain dalam Islam, seringkali akal tidak bisa menjangkaunya. Tahun ‘terjadinya’ kiamat versi ilmuwan, jelas HANYA PREDIKSI. Kita tidak tahu persis kapan terjadinya…bisa jadi besok, ALLOH SWT mendatangkan hari Kiamat, entah barangkali ketika anda membaca blog ini, tiba2…BUM…kiamat datang. Siapa yg tahu?

Sehubungan dengan itu, beberapa waktu lalu, Ardho mengirim sebuah tautan artikel kepadaku. Link itu mengarah ke sebuah ‘perhitungan’ terjadinya kiamat. Aku copy paste saja isi tautan artikel itu.

Kiamat SA’AH

Pada ayat 16/77 babwa kedatangan SA’AH itu lebih cepat daripada kejapan mata. Menurut hukum fisika, kecepatan pandangan mata sama besar dengan kecepatan gerak sinar / gelombang radio. Surya ada sejauh delapan menit gerak sinar dari Bumi, jika misalnya Surya itu mendadak hilang dari angkasa maka keadaan itu baru dapat kita lihat 8 menit kemudiannya, karena sekianlah kecepatan kejapan / pan&gan mata.

Kini dikatakan SA’AH itu lebih cepat lagi maka kecepatan yg melebihi sinar ialah kecepatan gerak Mar’a / Comet yg kelihatan melayang di antara bintang-bintang angkasa beberapa saat padahal diketahui orang bahwa jarak bintang terdekat ialah 4 tahun gerak sinar. Jadi SA’AH itu berlaku cepat sekali seperti kecepatan gerak Comet, & memang Comet itulah yg dijadikan Allah selaku penyebab terjadinya SA’AH nantinya.

Alquran menyebut kecepatan Comet itu melebihi kecepatan pandangan mata karena memang manusia umumnya menganggap bahwa kecepatan matalah yg terbesar dari benda konkrit yg pernah diketahui, tetapi kalau orang memperhatikan secara ilmiah akan ternyatalah bahwa kecepatan terbesar itu ialah kecepatan gerak Comet.

Ayat 7/187 menyatakan bahwa seorangpun tidak dapat meramalkan waktu kedatangan Comet itu selaku penyebab adanya SA’AH, karenanya pantaslah ramalan para sarjana mengenai rombongan Comet yg dapat dilihat dari Bumi selalu gagal begitupun rombongan Comet yg dinamakan dengan Kahotek pada bulan Desember 1973. Hal ini disebabkan oleh kesalahan prinsip mengenai wujud Comet sendiri.

Semua sarjana Bumi pada abad 14 Hijriah menyatakan Comet itu terdiri dari pasir / es melayang dalam orbit tertentu dalam tatasurya mengeliling Surya, padahal benda angkasa itu ialah kumpulan Mar’a non partikel tanpa orbit di angkasa luas dengan massa yg semakin besar, masing-masingnya kini jutaan kali besar Surya.

Sebenarnya, hal yg LEBIH PENTING ADALAH MEMPERSIAPKAN DIRI MENGHADAPI KIAMAT..bukan meributkan KAPAN TERJADINYA KIAMAT.

Ibaratnya, siswa yg sudah belajar dan mempersiapkan dirinya dengan baik, tidak akan takut kapan diadakan ujian/quis/tes, karena dia merasa sudah cukup bekalnya. Berbeda dengan siswa yg tidak siap…dia akan tergesa-gesa mempersiapkan dirinya untuk menghadapi ujian, pada saat waktu ujian sudah dekat. Ini masih ‘beruntung’, karena waktu pelaksanaan ujian sudah diketahui…sementar kiamat, berdasarkan tulisanku di atas, tidak diketahui kapan terjadinya.

Mari saudara-saudaraku, kita persiapkan diri…cek amal ibadah kita, lihat sekeliling kita, seberapa manfaat kita terhadap lingkungan sekitar. Semoga kita bisa terhindar dari kerugian dan masalah akibat tidak siapnya kita menghadapi hari kiamat. Aamiin.

Next Page »